Dulu dikenal sebagai kawasan rawan sampah, kini Jalan Syah Kuala yang terletak di sekitar Asrama Polisi Langsa, kini berubah menjadi lingkungan bersih dan tertata
TRIBUNCHANNEL.COM – Aceh//Langsa – Dahulu dikenal sebagai kawasan rawan sampah, kini Jalan Syah Kuala yang terletak di sekitar Asrama Polisi Langsa telah berubah menjadi lingkungan bersih dan tertata. Perubahan ini tak lepas dari inisiatif dan kepedulian Ketua Pemuda Gampong Jawa Muka II, Wan Atjeh, yang bergerak cepat mengatasi persoalan sampah di wilayahnya.
Wan Atjeh bersama warga dan Pemerintahan desa PJ Geucik gampong jawa Ibrahim Jakfar,SE secara aktif melakukan penertiban terhadap masyarakat yang kerap membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut. Bahkan, ia bertindak tegas dengan memberi peringatan keras agar warga tidak lagi menjadikan Jalan Syah Kuala sebagai tempat pembuangan sampah ilegal.
“Kita tidak bisa diam. Kalau dibiarkan, ini akan jadi warisan buruk bagi anak-anak kita. Alhamdulillah, berkat kerja sama warga dan PJ geucik gampong jawa kesadaran bersama, sekarang lokasi itu bersih,” ujar Wan Atjeh.

Langkah nyata ini dimulai saat Wan Atjeh menghubungi langsung Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE melalui pesan WhatsApp. Dalam pesannya, ia memohon agar Wali Kota menegur dan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk turun langsung ke lapangan.
Respon cepat pun datang dari orang nomor satu di Kota Langsa. Wali Kota Jeffry menunjukkan kepedulian serius dengan menurunkan tim pembersih DLHK ke lokasi tersebut, sehingga proses pembersihan berjalan dengan cepat dan menyeluruh.
“Saya sangat mengapresiasi respon cepat Pak Wali. Ini bukti bahwa pemimpin kita peduli terhadap kebersihan dan suara warga,” kata Wan Atjeh.

Ia juga mengimbau agar warga di seluruh gampung dalam wilayah Kota Langsa meniru langkah ini, dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dan tidak membuang sampah sesuka hati.
Sementara itu, AKM, salah satu warga Gampong Jawa Muka II, menyatakan dengan keberanian Ketua pemuda Kami wan atjeh bahwa warga kini menjaga kawasan tersebut selama 1×24 jam. Jika ada masyarakat yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan, warga tidak akan segan menindak.
“Jangan salahkan kami jika tertangkap. Ini bukan soal marah, tapi soal disiplin menjaga kebersihan bersama,” tegasnya.
Kini, Jalan Syah Kuala menjadi contoh nyata kampung bersih dan lingkungan sehat. Gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kawasan lain di Kota Langsa agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan umum.
Red / Syafruddin



















