Sidang Perkara Penyerobotan Tanah di Pineleng Ditunda, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan Mafia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 18:31 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang pidana perkara Nomor 327 /pid.B/PM.Mdo mengenai kasus penyerobotan tanah ditunda.

TRIBUNCHANNEL.COM –Sulawesi Utara – Sidang pidana perkara Nomor 327 /pid.B/PM.Mdo mengenai kasus penyerobotan tanah di daerah Desa Sosial, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Kamis hari ini mengalami penundaan.

 

Penundaan ini disebabkan ketidakhadiran saksi korban dan saksi ahli yang dipanggil untuk memberikan kesaksian.Kuasa hukum terdakwa, Noch Sambouw, membantah keras tuduhan yang mengarah pada anggapan adanya mafia tanah dan disebutnya “

 

Menurut Sambouw, sertifikat-sertifikat yang kini menjadi fokus perkara memang diterbitkan dengan prosedur yang penuh masalah administrasi dan hukum, termasuk cacat dalam proses konversi dan penerbitan, yang justru menunjukkan adanya praktik mafia tanah, Senin 01/12/2012.

Baca Juga :  Sadis! Dugaan Penimbunan Solar dan Sianida Ilegal Milik Dekker Mamusung Disorot APH Dinilai Membisu

 

Sambouw menjelaskan, saksi ahli yang dihadirkan jaksa menyatakan bahwa pengukuran tanah menggunakan alat GPS tanpa pengukuran fisik lengkap serta ketidaktahuan batas-batas tepat tanah.

 

Dokumen-dokumen yang dijadikan dasar sertifikat diduga menggunakan surat keterangan dari desa yang dibuat secara tidak sah, bahkan ditemukan salinan akta yang dipalsukan dan tidak asli.

 

Kuasa hukum juga menegaskan bahwa ada ketidaksesuaian penerbitan sertifikat dengan aturan Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1979 yang mengatur hak atas tanah eks-HGU.

 

Baca Juga :  PLT Kadis Koprindag Buka RAT Koperasi Bangun Jaya ke-10: Simbol Konsistensi dan Kemajuan Petani Nagekeo

Menurutnya, tanah tersebut sudah dikuasai masyarakat sejak tahun 1960-an, tetapi penerbitan sertifikat 1995 dilakukan tanpa memperhatikan fakta tersebut.

 

Sambouw meminta publik dan wartawan untuk memberikan perhatian serius dan mendukung pemberantasan mafia tanah yang menurutnya masih merajalela di Sulawesi Utara.

 

Ia juga menantang pihak lawan untuk membuktikan bahwa proses penerbitan dan peralihan hak atas tanah dilakukan sesuai hukum.

 

Sidang perkara ini akan dilanjutkan pada waktu yang akan ditentukan, menunggu kehadiran saksi korban Jimmy Wijaya dan Raisa Wijaya serta saksi ahli untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

SS/Red

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa
Panggung Banjarmasin Berhasil Ditaklukkan, My One Band Siap Lanjut ke Palangkaraya
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Selasa, 29 September 2026 - 18:50 WIB

Panggung Banjarmasin Berhasil Ditaklukkan, My One Band Siap Lanjut ke Palangkaraya

Berita Terbaru