Di Atas Kertas Normal, Sidak Jalan Tapi LPG 3 Kg di Ngawi Tetap Langka

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:15 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNCHANNEL.COM-NGAWI–Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) LPG 3 kilogram di Kecamatan Kedunggalar untuk menekan lonjakan harga yang sempat menyentuh Rp30 ribu per tabung. Di atas kertas, harga kembali diarahkan ke HET Rp18 ribu. Namun di lapangan, keluhan warga masih terus bermunculan (16/3/2026).

Langkah pengawasan distribusi dan penjualan LPG subsidi dilakukan sebagai respons atas kelangkaan dan kenaikan harga yang terjadi menjelang Lebaran. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Kapolres Ngawi turun langsung ke pangkalan untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai aturan serta mencegah penimbunan dan permainan harga.

Sejumlah warga mengakui, setelah sidak dilakukan, LPG mulai kembali tersedia dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, kondisi tersebut dinilai belum merata di seluruh wilayah.

Di beberapa kecamatan, warga mengaku masih menghadapi kesulitan mendapatkan LPG, bahkan dengan harga yang jauh di atas ketentuan.

“Ngawi itu pasti ada yang tukang nimbun. Masalahnya setiap mau Lebaran gas hilang dari pasaran. Di daerah Ngrambe bisa tembus 35 sampai 40 ribu, bayangin, itu pun nggak ada barangnya,” ujar Sunarti.

Baca Juga :  HET Nasional Turun, Biaya Distribusi Pupuk Subsidi di Sine Berpotensi Membengkak Hingga Rp 1,2 Miliar

Keluhan serupa disampaikan Samini yang menilai fenomena ini bukan hal baru.
“Hal seperti ini sudah biasa di Ngawi, sepertinya permainan oknum nakal. Rakyat menjerit di tengah beban hidup yang semakin menghimpit,” katanya.

Di wilayah lain, kondisi serupa juga terjadi.
“Di Jogorogo juga langka, banyak yang tidak dapat gas LPG 3 kg,” kata Mbah Di.

Saivul Anwar menyebut harga LPG di Widodaren masih tinggi.
“Apa hanya di Ngawi mendekati hari raya LPG langka, di Widodaren 35 ribu,” ujarnya.

Putra Arjuna berharap ada tindakan tegas terhadap pelaku yang diduga bermain dalam distribusi.
“Walikukun, Widodaren susah gas, harga 30 ribu. Coba sidak para penimbun dan kasih sanksi berat,” katanya.

Di tengah langkah pengawasan yang dilakukan, sebagian warga menilai persoalan utamanya bukan sekadar sidak.
“Ora butuh sidak, butuhe LPG ready,” ujar Imelda.

Nada serupa disampaikan Aurora Jati.
“Mosok pejabat ngatasi gas langka wae gak pecus,” ujarnya.

Sementara itu, Hari Cahyono menyoroti dugaan praktik penimbunan menjelang Lebaran.
“Agen LPG 3 kg mulai menimbun bertujuan untuk getok harga saat Lebaran. Koperasi Merah Putih yang sudah berdiri di masing-masing desa harus bisa menjadi agen utama LPG 3 kg,” katanya.

Baca Juga :  Tak Sekadar Seremoni, Muskercap II PCNU Jombang Tegaskan Konsolidasi dan Aksi Nyata

Rossita berharap ada kejelasan dalam kebijakan harga dan distribusi.
“Semoga cepat ketemu yang nilep tabung gas elpiji. Masak tiap mau Lebaran kok sulit sekali. Kalau harga mau naik ya bilang saja, nggak usah dipersulit,” ujarnya.

Sementara itu, Raka Pratama menilai kondisi di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan upaya percepatan yang dilakukan pemerintah.
“Gerak cepat gimana, kenyataannya di daerah Sine, Ngrambe harga LPG sampai 27 ribu sampai 30 ribu dan barang pun langka. Itu yang dibilang gerak cepat?” katanya.

Pemerintah daerah memastikan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan. Namun bagi sebagian warga, ukuran keberhasilan tampaknya masih sederhana: bukan pada sidak yang digelar, melainkan pada seberapa mudah gas benar-benar bisa dibeli.
Jnd/red

Berita Terkait

Kapolres Jombang Awali Tugas dengan Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan
Semarak Pembukaan Liga Unit Darul Ulum Jombang, Santri Diajak Jaga Kerukunan dan Sportivitas
UNIPDU Benahi Sistem Kerja Satpam, Mulai 1 Oktober 2026 Jam Shift Diseragamkan
YAKUZA Maneges Resmi Dideklarasikan di Jombang, Bawa Semangat Dakwah Inklusif Gus Miek
Tekan Stunting, Pemkab Jombang Perkuat Dukungan ASI Eksklusif untuk Generasi Sehat
Momen Bersejarah di Jombang,Prabowo Datang Tunaikan Janji, Prabowo Tutup Muktamar NU ke-35.
Gus Rosikh Tegaskan: Siapapun Rois Aam dan Ketum PBNU Terpilih, Wajib Kita Hormati dan Didukung
Jelang Penutupan, Prabowo Kembali Hadir di Muktamar ke-35 NU Jombang

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Kapolres Jombang Awali Tugas dengan Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Semarak Pembukaan Liga Unit Darul Ulum Jombang, Santri Diajak Jaga Kerukunan dan Sportivitas

Minggu, 27 September 2026 - 22:45 WIB

UNIPDU Benahi Sistem Kerja Satpam, Mulai 1 Oktober 2026 Jam Shift Diseragamkan

Minggu, 27 September 2026 - 10:45 WIB

YAKUZA Maneges Resmi Dideklarasikan di Jombang, Bawa Semangat Dakwah Inklusif Gus Miek

Kamis, 10 September 2026 - 14:48 WIB

Tekan Stunting, Pemkab Jombang Perkuat Dukungan ASI Eksklusif untuk Generasi Sehat

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Momen Bersejarah di Jombang,Prabowo Datang Tunaikan Janji, Prabowo Tutup Muktamar NU ke-35.

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Gus Rosikh Tegaskan: Siapapun Rois Aam dan Ketum PBNU Terpilih, Wajib Kita Hormati dan Didukung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Jelang Penutupan, Prabowo Kembali Hadir di Muktamar ke-35 NU Jombang

Berita Terbaru