Listrik Padam Berhari-hari, BPM Siap Gelar Aksi Besar: “Ekonomi Kalbar Lumpuh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:42 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Listrik Padam Berhari-hari, BPM Siap Gelar Aksi Besar: “Ekonomi Kalbar Lumpuh

TRIBUNCHANNEL.COM-Pontianak – Gelombang protes terhadap pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat terus bermunculan. Kali ini, Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa apabila PT PLN (Persero) tidak segera memulihkan pasokan listrik secara normal dan memberikan penjelasan yang terbuka kepada masyarakat.

Ketua Umum BPM Kalimantan Barat, Gusti Eddy, menegaskan bahwa pemadaman listrik yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan keresahan luas dan berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah.

Menurutnya, padamnya aliran listrik di wilayah Pontianak, Kubu Raya, hingga sejumlah daerah lainnya tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa. Gangguan tersebut telah menghambat aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dunia usaha, sektor pendidikan, hingga pelaku UMKM yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak PLN, pemadaman terjadi akibat gangguan operasional pada unit pembangkit dan pemeliharaan sistem kelistrikan, bukan karena krisis pasokan batu bara. PLN juga menyebut pasokan energi primer dalam kondisi aman dan saat ini terus melakukan percepatan perbaikan guna memulihkan sistem kelistrikan Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Warga Mengeluh Air Ledeng Keruh dan Asin, Kinerja PERUMDA Tirta Khatulistiwa Dipertanyakan

Namun demikian, penjelasan tersebut dinilai belum mampu meredam kekecewaan masyarakat yang telah mengalami kerugian akibat padamnya listrik secara bergilir.

“Saya ingatkan, apabila kondisi ini masih terus berlanjut dan belum juga normal, maka Barisan Pemuda Melayu siap turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi. Kami menuntut kejelasan, transparansi, percepatan pemulihan, serta pertanggungjawaban penuh dari PT PLN (Persero) atas terganggunya pelayanan kepada masyarakat,” tegas Gusti Eddy.

Ia menilai, pemadaman listrik yang berkepanjangan telah memicu keresahan publik karena berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat Kalimantan Barat.

Menurutnya, kerugian yang dialami masyarakat bukan hanya berupa kerusakan peralatan elektronik maupun hilangnya pendapatan pelaku usaha, tetapi juga mengganggu aktivitas sosial, pelayanan kesehatan, keamanan, hingga kenyamanan masyarakat.

“Dua hari tanpa listrik saja sudah mampu melumpuhkan roda ekonomi Kalimantan Barat. Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena masyarakatlah yang menanggung akibatnya,” ujarnya.

Selain mendesak percepatan normalisasi pasokan listrik, BPM juga meminta pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan PLN di wilayah Kalimantan Barat.

Baca Juga :  BPM Kalbar Semprot Penanganan Kasus Oli Palsu Kubu Raya: “Jangan Hanya Tangkap Kacung, Usut Cukongnya!”

Gusti Eddy menilai seorang pemimpin harus mampu menunjukkan integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami meminta pemerintah pusat dan kementerian terkait segera melakukan evaluasi maupun penyegaran terhadap pimpinan PLN wilayah Kalimantan Barat. Kepemimpinan yang tidak mampu menjaga kepercayaan publik patut dievaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu, BPM juga mendesak aparat penegak hukum bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan investigasi terhadap penyebab terjadinya gangguan sistem kelistrikan yang mengakibatkan pemadaman massal di Kalimantan Barat.

Menurut BPM, investigasi tersebut penting dilakukan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab kejadian sekaligus memastikan adanya langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

BPM menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi unjuk rasa apabila tuntutan masyarakat tidak mendapat respons yang memadai dari pihak PLN maupun pemerintah.

Masyarakat Kalimantan Barat kini berharap proses pemulihan dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan normal tanpa dibayangi pemadaman listrik berkepanjangan.

Andi A/Red

Berita Terkait

BPM DESAK PEMERINTAH SERIUS BANGUN KEKUATAN UDARA UNTUK ATASI KARHUTLA
Kalbar Diselimuti Kabut Asap, Warga Desak APH Bongkar Aktor di Balik Karhutla
Warga Mengeluh Air Ledeng Keruh dan Asin, Kinerja PERUMDA Tirta Khatulistiwa Dipertanyakan
Cinta Terhalang Keyakinan, Alesha Tuangkan Kisahnya Lewat Single “Beda”
Proyek RS Karitas Bakti Jadi Sorotan,Keselamatan Pengguna Jalan Dipertanyakan
Ahli Waris Kecewa, Kinerja Disnaker Pontianak Disorot
PT Ihya Tour & Travel Bongkar Dugaan Identitas Fiktif Enam Jamaah Asal Kapuas Hulu
PLN Dikepung, BPM Suarakan Keluhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:32 WIB

BPM DESAK PEMERINTAH SERIUS BANGUN KEKUATAN UDARA UNTUK ATASI KARHUTLA

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Kalbar Diselimuti Kabut Asap, Warga Desak APH Bongkar Aktor di Balik Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Warga Mengeluh Air Ledeng Keruh dan Asin, Kinerja PERUMDA Tirta Khatulistiwa Dipertanyakan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Cinta Terhalang Keyakinan, Alesha Tuangkan Kisahnya Lewat Single “Beda”

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Proyek RS Karitas Bakti Jadi Sorotan,Keselamatan Pengguna Jalan Dipertanyakan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:53 WIB

Ahli Waris Kecewa, Kinerja Disnaker Pontianak Disorot

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:56 WIB

PT Ihya Tour & Travel Bongkar Dugaan Identitas Fiktif Enam Jamaah Asal Kapuas Hulu

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:38 WIB

PLN Dikepung, BPM Suarakan Keluhan Warga

Berita Terbaru