Proyek RS Karitas Bakti Jadi Sorotan,Keselamatan Pengguna Jalan Dipertanyakan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Gedung RS Karitas Bakti di Jalan Siam Pontianak Disorot, Perancah Kayu Dinilai Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

TRIBUNCHANNEL.COM-Pontianak – Proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Karitas Bakti di Jalan Siam, Kota Pontianak, menuai sorotan publik. Kondisi di sekitar lokasi proyek dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama menyangkut aspek keselamatan pengguna jalan dan ketertiban area pekerjaan konstruksi.

Berdasarkan pantauan media di lapangan, terlihat sejumlah kayu yang digunakan sebagai perancah menjulur dari bagian gedung hingga beberapa lantai, mulai dari lantai dua hingga lantai delapan. Susunan perancah yang tampak kurang tertata tersebut menimbulkan kekhawatiran, terlebih lokasi proyek berada di kawasan yang aktivitas lalu lintas dan mobilitas masyarakat cukup tinggi.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku khawatir terhadap kondisi tersebut. Mereka mempertanyakan sejauh mana standar keselamatan diterapkan selama proses pembangunan berlangsung.
“Yang kami khawatirkan kalau ada kayu atau material yang jatuh. Ini kan di pinggir jalan dan banyak masyarakat yang lewat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Baca Juga :  Warga Mengeluh Air Ledeng Keruh dan Asin, Kinerja PERUMDA Tirta Khatulistiwa Dipertanyakan

Selain persoalan perancah, pagar seng yang mengelilingi area proyek juga menjadi perhatian. Dari hasil pantauan, pagar proyek terlihat mengambil ruang cukup dekat dengan badan jalan sehingga dinilai berpotensi mengganggu ruang gerak pengguna jalan, terutama ketika arus kendaraan sedang padat.

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dianggap sepele. Sebab, aktivitas pembangunan gedung bertingkat memiliki potensi risiko terhadap keselamatan pekerja maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi apabila sistem pengamanan proyek tidak diterapkan secara maksimal.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Pontianak melalui instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap proyek tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan seluruh aspek keselamatan konstruksi, pemasangan perancah, pengamanan material, hingga posisi pagar proyek telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru dilakukan tindakan. Kalau memang ada yang berpotensi membahayakan, sebaiknya segera diperbaiki,” kata warga lainnya.

Baca Juga :  BPM Kerahkan 1.000 Massa Kepung Tiga Kantor PLN Kalbar, Desak Evaluasi Pimpinan

Sorotan ini bukan berarti menghambat pembangunan rumah sakit, namun lebih kepada mendorong agar proses pembangunan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Pihak pelaksana proyek juga diharapkan tidak mengabaikan kondisi lingkungan sekitar. Pengamanan material yang berada di ketinggian, pemasangan perancah, perlindungan area kerja serta pengaturan batas proyek harus menjadi perhatian utama selama pembangunan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di lokasi proyek belum memberikan keterangan resmi mengenai standar pengamanan perancah maupun pengaturan pagar seng yang berada dekat dengan badan jalan.

Publik pun menanti langkah konkret dari Pemerintah Kota Pontianak dan instansi pengawas terkait untuk memastikan proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Karitas Bakti tersebut tidak hanya mengejar target pembangunan, tetapi juga benar-benar memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Andi A/Red

Berita Terkait

BPM DESAK PEMERINTAH SERIUS BANGUN KEKUATAN UDARA UNTUK ATASI KARHUTLA
Kalbar Diselimuti Kabut Asap, Warga Desak APH Bongkar Aktor di Balik Karhutla
Warga Mengeluh Air Ledeng Keruh dan Asin, Kinerja PERUMDA Tirta Khatulistiwa Dipertanyakan
Cinta Terhalang Keyakinan, Alesha Tuangkan Kisahnya Lewat Single “Beda”
Ahli Waris Kecewa, Kinerja Disnaker Pontianak Disorot
PT Ihya Tour & Travel Bongkar Dugaan Identitas Fiktif Enam Jamaah Asal Kapuas Hulu
PLN Dikepung, BPM Suarakan Keluhan Warga
BPM Kerahkan 1.000 Massa Kepung Tiga Kantor PLN Kalbar, Desak Evaluasi Pimpinan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:32 WIB

BPM DESAK PEMERINTAH SERIUS BANGUN KEKUATAN UDARA UNTUK ATASI KARHUTLA

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Kalbar Diselimuti Kabut Asap, Warga Desak APH Bongkar Aktor di Balik Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Warga Mengeluh Air Ledeng Keruh dan Asin, Kinerja PERUMDA Tirta Khatulistiwa Dipertanyakan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Cinta Terhalang Keyakinan, Alesha Tuangkan Kisahnya Lewat Single “Beda”

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Proyek RS Karitas Bakti Jadi Sorotan,Keselamatan Pengguna Jalan Dipertanyakan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:53 WIB

Ahli Waris Kecewa, Kinerja Disnaker Pontianak Disorot

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:56 WIB

PT Ihya Tour & Travel Bongkar Dugaan Identitas Fiktif Enam Jamaah Asal Kapuas Hulu

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:38 WIB

PLN Dikepung, BPM Suarakan Keluhan Warga

Berita Terbaru