Proyek Gedung RS Karitas Bakti di Jalan Siam Pontianak Disorot, Perancah Kayu Dinilai Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
TRIBUNCHANNEL.COM-Pontianak – Proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Karitas Bakti di Jalan Siam, Kota Pontianak, menuai sorotan publik. Kondisi di sekitar lokasi proyek dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama menyangkut aspek keselamatan pengguna jalan dan ketertiban area pekerjaan konstruksi.
Berdasarkan pantauan media di lapangan, terlihat sejumlah kayu yang digunakan sebagai perancah menjulur dari bagian gedung hingga beberapa lantai, mulai dari lantai dua hingga lantai delapan. Susunan perancah yang tampak kurang tertata tersebut menimbulkan kekhawatiran, terlebih lokasi proyek berada di kawasan yang aktivitas lalu lintas dan mobilitas masyarakat cukup tinggi.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku khawatir terhadap kondisi tersebut. Mereka mempertanyakan sejauh mana standar keselamatan diterapkan selama proses pembangunan berlangsung.
“Yang kami khawatirkan kalau ada kayu atau material yang jatuh. Ini kan di pinggir jalan dan banyak masyarakat yang lewat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Selain persoalan perancah, pagar seng yang mengelilingi area proyek juga menjadi perhatian. Dari hasil pantauan, pagar proyek terlihat mengambil ruang cukup dekat dengan badan jalan sehingga dinilai berpotensi mengganggu ruang gerak pengguna jalan, terutama ketika arus kendaraan sedang padat.
Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dianggap sepele. Sebab, aktivitas pembangunan gedung bertingkat memiliki potensi risiko terhadap keselamatan pekerja maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi apabila sistem pengamanan proyek tidak diterapkan secara maksimal.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Pontianak melalui instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap proyek tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan seluruh aspek keselamatan konstruksi, pemasangan perancah, pengamanan material, hingga posisi pagar proyek telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru dilakukan tindakan. Kalau memang ada yang berpotensi membahayakan, sebaiknya segera diperbaiki,” kata warga lainnya.
Sorotan ini bukan berarti menghambat pembangunan rumah sakit, namun lebih kepada mendorong agar proses pembangunan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kepentingan masyarakat.
Pihak pelaksana proyek juga diharapkan tidak mengabaikan kondisi lingkungan sekitar. Pengamanan material yang berada di ketinggian, pemasangan perancah, perlindungan area kerja serta pengaturan batas proyek harus menjadi perhatian utama selama pembangunan berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di lokasi proyek belum memberikan keterangan resmi mengenai standar pengamanan perancah maupun pengaturan pagar seng yang berada dekat dengan badan jalan.
Publik pun menanti langkah konkret dari Pemerintah Kota Pontianak dan instansi pengawas terkait untuk memastikan proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Karitas Bakti tersebut tidak hanya mengejar target pembangunan, tetapi juga benar-benar memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Andi A/Red



















