Putranya Meninggal Dunia, Mustofa Kecewa Terhadap Pelayanan RS Handayani

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 17:53 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mustofa warga Desa Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu saat diwawancari awak media.

TRIBUNCHANNEL.COM –Lampung Utara – Terlihat raut muka sedih campur kecewa, nampak pada Mustofa warga Desa Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan saat menceritakan krononolis penanganan medis oleh pihak RS Handayani, Kota Bumi yang mengakibatkan meninggalnya putra semata wayangnya Badarudin Brawijaya (6 Bulan).

Badarudin Brawijaya, sang putra yang dinantikan Mustofa selama 19 tahun setelah menikah dengan sang istri,  Senen 8 Desember 2025.

 

Kepada sejumlah awak media DPC PWRI Lampung Utara,  Mustofa menceritakan kronologis penanganan putranya setelah mendapatkan perawatan oleh tim medis di RS Handayani.

Menurut Mustofa putranya memang telah memiliki penyakit bawaan sejak lahir, karena kondisi kesehatannya memburuk lalu dibawa untuk berobat ke RS Handayani Kota Bumi.

 

“Setiba di RS Handayani pihak tim medis melakukan penanganan dan meminta izin kepadanya untuk memasukan selang melalui lubang hidung untuk memasukkan asupan makanan.

Meskipun dengan dengan terpaksa harus dipasang selang melalui hidung, karna pihak medis mengatakan jika enggan dipasang selang melalui hidung,  maka pihak RS tidak mau bertanggungjawab jika terjadi apa-apa pada anaknya,” katanya.

Baca Juga :  Aktivis TUNDUNG Madiun Tuding Pengadaan Non-ASN RSUD Caruban Diduga Tidak Transparan

 

Namun menurut Mustofa setelah dipasang selang dan dimasukkan makanan dan obat melalui selang tersebut justru kondisi anaknya makin memburuk, dan sempat diberikan bantuan oksigen, namun nyawa Badarudin Brawijaya tidak dapat tertolong.

 

“Atas peristiwa penangan medis oleh tim medis RS Handayani yang mengakibatkan meninggal dunia putra saya sangat sangat kecewa dengan pelayanan medis yang dilakukan oleh pihak RS Handayani yang mengakibatkan putra saya meninggal duni,” jelas Mustofa. (DPC PWRI Team)

[8/12 16.55] ALDI ,DELTA_TV LAMPURA: Putranya Meninggal Dunia,  Mustofa Kecewa Terhadap Pelayanan RS Handayani

 

Lampung Utara, –

 

Terlihat raut muka sedih campur kecewa, nampak pada Mustofa warga Desa Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan Prov.Lampung saat menceritakan krononolis penanganan medis oleh pihak RS Handayani, Kota Bumi, Lampung Utara yang di duga mengakibatkan meninggalnya putra semata wayangnya “Badarudin Brawijaya” (6 Bulan).

 

Badarudin Brawijaya, sang putra yang dinantikan Mustofa selama 19 tahun setelah menikah dengan sang istri, harus pergi untuk selamanya, Senin ( 8/11/2025).

 

Kepada sejumlah awak media DPC PWRI Lampung Utara,  Mustofa menceritakan kronologis penanganan putranya setelah mendapat tindakan oleh tim medis di RS Handayani.

Baca Juga :  Wiliam Mamora Terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Lampung Utara 2026–2031

 

Menurut Mustofa putranya memang telah memiliki penyakit bawaan sejak lahir, karena kondisi kesehatannya menurun mustofa pun berinisiatif membawa anaknya untuk berobat ke RS Handayani Kota Bumi, Lampung Utara pada hari senin 8 Desember 2025.

 

“Setiba di RS Handayani pihak tim medis melakukan penanganan dan meminta izin kepadanya untuk memasukan selang melalui lubang hidung untuk menyalurkan asupan makanan.Meskipun dengan terpaksa harus dipasang selang melalui hidung, karna pihak medis mengatakan jika enggan dipasang selang melalui hidung,  maka pihak RS tidak mau bertanggungjawab jika terjadi apa-apa pada anaknya,” Ujarnya.

 

Namun menurut Mustofa setelah dipasang selang dan dimasukkan makanan dan obat melalui selang tersebut tak berselang lama justru kondisi anaknya makin memburuk, meski sempat diberikan bantuan oksigen, namun nyawa Badarudin Brawijaya tak dapat tertolong.

 

Kepada DPC PWRI ,,Mustofa menyampaikan kekecewaan nya terhadap tindakakan pihak RS Handayani,

 

“Atas peristiwa penangan medis oleh tim medis RS Handayani yang mengakibatkan meninggalnya putra saya, saya sangat-sangat kecewa dengan pelayanan medis yang dilakukan oleh pihak RS Handayani yang justru mengakibatkan putra saya meninggal dunia,” jelas Mustofa.

Darwis/Red

Berita Terkait

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda
Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Berita Terbaru