Tatapan Kosong 2 Jurnalis Daerah Yang Terhimpit Anggaran Yang Kian Terbatas
TRIBUNCHANNEL.COM–Madiun–Di tengah derasnya arus informasi dan melimpahnya materi pemberitaan, sebagian jurnalis daerah justru menghadapi realitas yang tak seindah idealisme profesi.
Anggaran publikasi yang semakin terbatas berdampak langsung pada kesejahteraan insan pers, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari kerja sama publikasi.
Menjelang bulan Ramadhan, situasi ini terasa semakin berat. Kebutuhan hidup meningkat, sementara peluang kerja sama belum juga datang.
Dua jurnalis di daerah mengaku hingga awal pekan ini belum mendapatkan satu pun kontrak kerja sama publikasi, meski aktivitas peliputan tetap berjalan seperti biasa.
Materi berita melimpah, agenda kegiatan padat, namun ruang akomodasi dan dukungan anggaran belum sebanding. Kondisi ini bukan sekadar soal bisnis media, tetapi menyentuh sisi kemanusiaan profesi, tentang dapur yang harus tetap mengepul, keluarga yang menunggu nafkah, dan idealisme yang terus diuji keadaan.
Di tengah keterbatasan, para jurnalis tetap berupaya menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyampai informasi publik. Namun realitas ini menjadi pengingat bahwa ekosistem media yang sehat memerlukan dukungan yang proporsional, transparan, dan berkeadilan agar kesejahteraan jurnalis tidak semakin terpinggirkan.”(jnd)



















