SMK Negeri 1 Manado Gelar Sosialisasikan Bantuan Teaching Factory Jasa Digital Marketing 2026
TRIBUNCHANNEL.COM-MANADO- SMK Negeri 1 Manado kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi unggulan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory (TeFa) Jasa Digital Marketing Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/07/2026) tersebut dibuka oleh Kepala Sekolah Telly Ticoalu dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy J. Suluh, M.Si.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya pada Program Keahlian Pemasaran Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Telly Ticoalu menegaskan bahwa Teaching Factory bukan sekadar program bantuan pemerintah, melainkan sebuah model pembelajaran yang menghadirkan budaya kerja industri di lingkungan sekolah.

“Melalui Teaching Factory, peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi dibiasakan bekerja dengan standar industri, mulai dari disiplin kerja, produktivitas, efisiensi, hingga pengendalian mutu (quality control). Inilah bekal penting agar lulusan SMK benar-benar siap bersaing di dunia kerja maupun menjadi wirausaha digital,” ujarnya.
Program Bantuan Teaching Factory Tahun 2026 merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi berbasis industri. Melalui program ini, proses pembelajaran dirancang menyerupai kondisi nyata di dunia kerja dengan mengintegrasikan proyek produksi atau jasa yang dikerjakan sesuai standar industri.
Bagi Program Keahlian Pemasaran Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital, bantuan Teaching Factory diharapkan menjadi pusat pembelajaran yang mampu melatih keterampilan pemasaran digital, meningkatkan kemampuan komunikasi, memperkuat kemampuan pemecahan masalah, serta membangun kepercayaan diri peserta didik sebelum memasuki dunia kerja.
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy J. Suluh, M.Si., memberikan apresiasi atas konsistensi SMK Negeri 1 Manado dalam menghadirkan inovasi pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap perkembangan industri.
Menurutnya, transformasi pendidikan vokasi harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter, etos kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Selain sosialisasi Teaching Factory, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat peran Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP P1) SMK Negeri 1 Manado sebagai lembaga sertifikasi kompetensi yang telah memperoleh lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP P1 merupakan lembaga sertifikasi yang didirikan oleh satuan pendidikan untuk melaksanakan uji sertifikasi kompetensi bagi peserta didiknya sendiri.
Peserta yang dinyatakan kompeten berhak memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP berlogo Garuda sebagai pengakuan nasional atas kompetensi yang dimiliki dan menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.
LSP P1 SMK Negeri 1 Manado berdiri berdasarkan SK Nomor 548/I.20/SMK1/KP/2017 tanggal 24 Agustus 2017. Lisensi pertama dari BNSP diterbitkan melalui Keputusan Nomor KEP.0357/BNSP/III/2018 pada 28 Maret 2018 dengan Nomor Registrasi BNSP-LSP-1171-D.
Saat ini, LSP P1 SMK Negeri 1 Manado didukung oleh 16 asesor kompetensi bersertifikat yang memiliki kewenangan melakukan asesmen sesuai bidang keahlian masing-masing. Sertifikasi kompetensi hanya dapat dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah diverifikasi dan ditetapkan oleh LSP, sementara lisensi BNSP diperpanjang setiap lima tahun dan sertifikat asesor wajib diperbarui setiap tiga tahun.
Tidak hanya melayani peserta didik internal, LSP P1 SMK Negeri 1 Manado juga menjadi pusat layanan sertifikasi kompetensi bagi 32 SMK jejaring di Provinsi Sulawesi Utara, memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia vokasi di daerah.
Melalui sinergi antara Teaching Factory dan LSP P1, SMK Negeri 1 Manado terus memperkuat implementasi konsep link and match antara sekolah dan dunia industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi secara nasional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap berkontribusi dalam peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Stefanus/Red



















