Harlah ke-64 Lesbumi NU, Jepara Jadi Tuan Rumah Tingkat Wilayah, Pameran Tosan Aji Curi Perhatian
TRIBUNCHANNEL.COM- Jepara – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-64 Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU berlangsung khidmat dan semarak di Kabupaten Jepara, Sabtu, 10 Maret 2026. Pada momentum ini, PC Lesbumi NU Jepara dipercaya menjadi tuan rumah perayaan tingkat Pimpinan Wilayah (PW) Lesbumi NU Jawa Tengah.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Lesbumi dari berbagai daerah, di antaranya Pekalongan dan Kendal, sebagai bentuk kebersamaan dalam merayakan perjalanan panjang Lesbumi dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan Terbang Telon, seni rebana khas pesisir yang menghadirkan nuansa religius. Suasana semakin khusyuk dengan pembacaan tahlil dan Asmaul Husna yang dipimpin oleh Ki Sholeh Ronggowarsito, memohon keberkahan bagi perjalanan Lesbumi ke depan.
Sebagai simbol rasa syukur, prosesi pemotongan tumpeng dilakukan oleh para kiai yang mewakili unsur wilayah dan cabang. Tumpeng kemudian diserahkan kepada KH. Muhammad Jadul Maula, Ketua Pimpinan Pusat Lesbumi NU, sebagai wujud penghormatan atas dedikasi dan perjuangan Lesbumi dalam merawat tradisi.
Acara yang dipandu Den Hasan dan Kang Amin ini juga dihadiri Ketua PCNU Jepara KH. Charis, para tokoh agama, serta budayawan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Perwakilan pemerintah daerah, Kariyono selaku Kabag Kesra Jepara, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Jepara sebagai tuan rumah. Ia berharap Lesbumi terus menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya dan mampu bersinergi dengan pembangunan daerah.

Memasuki malam hari, suasana semakin hidup dengan orasi kebudayaan, pembacaan puisi, serta pertunjukan kentrung khas Jepara. Penampilan musik Sekar Lesbumi turut menambah semarak dengan lagu-lagu bernuansa tradisi dan religius.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pameran pusaka Tosan Aji yang menampilkan koleksi keris dan senjata tradisional dengan warangka khas ukiran Jepara. Pameran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung sekaligus sarana edukasi tentang nilai sejarah dan filosofi warisan budaya.
Dalam momentum tersebut, Lesbumi juga menegaskan peran Suluk Mantingan sebagai divisi publikasi dan riset dengan menggandeng Dinas Kebudayaan untuk mengawal pelestarian tradisi Todok Telok dari Kemojan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda.
Peringatan Harlah ke-64 ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga penguatan komitmen bersama dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan sebagai jati diri bangsa. Kepercayaan kepada Jepara sebagai tuan rumah pun menjadi penegas peran strategis daerah ini dalam panggung kebudayaan di tingkat wilayah.
ratuandayani/Red



















