Wahyu Sandang Pangan” Bergema di Lomban Jepara, Suguhkan Harapan untuk Nelayan
TRIBUNCHANEL.COM,-JEPARA – Malam tradisi Lomban Syawalan di Kabupaten Jepara kembali semarak dengan pagelaran wayang kulit yang memikat ribuan warga. Bertempat di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Jumat (27/3/2026) malam, lakon “Wahyu Sandang Pangan” sukses menghadirkan hiburan sekaligus pesan kehidupan yang mendalam bagi masyarakat pesisir.
Sejak awal pertunjukan, antusiasme warga begitu terasa. Berbagai kalangan hadir memadati area pertunjukan, menunjukkan bahwa tradisi budaya tetap menjadi daya tarik utama dalam perayaan Lomban Syawalan di Jepara.
*Wayang Kulit Sarat Nilai Kehidupan*
Dalang Ki Danar Yogi Iswara membawakan lakon penuh makna yang menyoroti perjuangan manusia dalam memenuhi kebutuhan dasar, yakni sandang dan pangan. Kisah tersebut mengandung pesan keadilan dan kesejahteraan yang sangat relevan dengan kehidupan nelayan.
Bagi masyarakat pesisir, cerita ini menjadi refleksi nyata dari perjuangan sehari-hari dalam mencari nafkah dan mempertahankan kehidupan keluarga di tengah berbagai tantangan.
*Bupati Tegaskan Perbaikan TPI*

Kehadiran Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang akrab disapa Mas Wiwit, turut menjadi sorotan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas fasilitas di TPI Ujungbatu.
Menurutnya, kondisi TPI saat ini masih perlu banyak pembenahan agar dapat menunjang aktivitas nelayan secara optimal.
“Saya sudah dua kali ke sini, tapi kondisinya masih seperti ini. Tahun depan harus lebih baik, lebih layak, dan lebih representatif untuk nelayan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kedekatannya dengan dunia nelayan membuatnya memahami kebutuhan masyarakat pesisir secara langsung.
Dorongan Nyata untuk Nelayan
Pemerintah Kabupaten Jepara, lanjutnya, akan terus memperkuat sektor perikanan melalui berbagai program, seperti peningkatan fasilitas nelayan, memperluas akses pemasaran hasil laut, serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Tak hanya itu, masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan TPI agar menjadi lebih nyaman dan produktif.
Budaya Gerakkan Ekonomi Lokal
Pagelaran wayang kulit dalam rangka Lomban Syawalan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran ribuan pengunjung turut menggerakkan sektor UMKM, pedagang kaki lima, hingga pariwisata lokal.
Kegiatan ini dinilai mampu memperkuat identitas budaya Jepara sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah di tingkat yang lebih luas.
*Harapan Baru dari Panggung Budaya*
Melalui lakon “Wahyu Sandang Pangan”, masyarakat tidak hanya disuguhi tontonan, tetapi juga diajak merenungkan pentingnya kesejahteraan dan kebersamaan. Tradisi ini menjadi simbol bahwa budaya dan pembangunan dapat berjalan seiring demi masa depan yang lebih baik.
Dengan dukungan semua pihak, Jepara diharapkan terus berkembang sebagai daerah yang tidak hanya kaya tradisi, tetapi juga mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakatnya, khususnya para nelayan.
ratuandayani



















