Arif Setiawan Buka Pagelaran Sakral “Anoman Tiwikromo”, Karimunjawa Rawat Tradisi dan Kesadaran Batin

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arif Setiawan Buka Pagelaran Sakral “Anoman Tiwikromo”, Karimunjawa Rawat Tradisi dan Kesadaran Batin

 

TRIBUNCHANNEL.COM-Jepara-. 7 Mei 2026. – Malam sakral penuh nuansa budaya dan spiritual menyelimuti Desa Karimunjawa, Rabu malam (6/5/2026), saat Petinggi Desa Karimunjawa, Arif Setiawan, secara resmi membuka pagelaran wayang kulit marga langit dengan lakon agung “Anoman Tiwikromo” sebagai puncak rangkaian tradisi Sedekah Bumi Desa Karimunjawa Tahun 2026.

Pagelaran budaya yang dimulai pukul 22.00 WIB hingga menjelang subuh itu berlangsung khidmat di kawasan makam leluhur Mbah Danang Djoyo, Pendopo Kali Desa, Kapuran RT 04 RW 01. Ratusan warga dari berbagai penjuru Karimunjawa tampak memadati lokasi, larut dalam suasana religius, budaya, dan spiritual khas tradisi Jawa pesisir.

Wayang kulit yang dibawakan oleh dalang kondang KRT Hendro Suryo Kartika itu bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan menjadi tuntunan hidup dan refleksi moral masyarakat.

Dalam sambutannya, Petinggi Karimunjawa Arif Setiawan menegaskan bahwa sedekah bumi merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi, keselamatan hidup, dan keharmonisan masyarakat.

“Tradisi sedekah bumi ini bukan sekadar acara adat tahunan, tetapi wujud syukur masyarakat kepada Tuhan, doa keselamatan bersama, serta bentuk penghormatan kepada warisan leluhur yang telah menjaga Karimunjawa hingga hari ini,” ujar Arif Setiawan.

Baca Juga :  Harlah ke-64 Lesbumi NU, Jepara Jadi Tuan Rumah Tingkat Wilayah, Pameran Tosan Aji Curi Perhatian

Ia menjelaskan, rangkaian sedekah bumi tahun ini diawali dengan kirab budaya, doa bersama, sedekah makanan, arak-arakan hasil bumi, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Menurutnya, kirab budaya yang dilaksanakan menjadi simbol kekayaan budaya dan identitas masyarakat Karimunjawa yang penuh toleransi, gotong royong, dan nilai kebersamaan.

“Karimunjawa bukan hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga kaya budaya dan nilai luhur masyarakatnya. Karena itu saya mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kerukunan, melestarikan budaya, dan memperkuat kebersamaan demi membangun desa yang aman, maju, dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh adat Karimunjawa, Mbah Yanto, menjelaskan bahwa tradisi sedekah bumi terus dilakukan setiap tahun karena menjadi perekat sosial masyarakat sekaligus pengingat agar manusia selalu hidup selaras dengan alam dan Sang Pencipta.

“Sedekah bumi adalah bentuk rasa syukur atas rezeki dan hasil bumi. Ini juga doa bersama agar masyarakat dijauhkan dari marabahaya dan kehidupan ke depan semakin berkah,” tuturnya.

Kisah Spiritual “Anoman Tiwikromo”,Di bawah cahaya bulan dan denting gamelan Jawa yang menggema pelan, lakon “Anoman Tiwikromo” menghadirkan kisah spiritual mendalam tentang perjalanan jiwa manusia dalam melawan hawa nafsu dan mencari kesempurnaan hidup.

Dalam kisah itu, dunia digambarkan sedang kehilangan keseimbangan akibat keserakahan, kesombongan, dan manusia yang mulai melupakan nilai-nilai kebenaran.

Baca Juga :  Perkuat Sanad : Tradisi Ziarah Pasca-Syawal di Yayasan Al Hikmah Mulyoharjo

Para dewa kemudian menunjuk Anoman, sang ksatria putih keturunan Batara Bayu , untuk menjalani laku “Tiwikromo”, yaitu perjalanan batin menuju kesempurnaan jiwa.

Anoman bukan hanya bertarung melawan musuh secara fisik, tetapi melawan godaan terbesar dalam dirinya sendiri: hawa nafsu, ambisi dunia, kekuasaan, dan kesombongan.

Di tengah perjalanan spiritualnya, Anoman bertapa dalam kesunyian hingga memahami satu falsafah hidup Jawa:

“Urip iku mung mampir ngombe.”Hidup hanyalah singgah sejenak.Lakon itu mengajarkan bahwa kekuatan sejati manusia bukan terletak pada kekuasaan atau kesaktian, tetapi pada hati yang bersih, keikhlasan, dan kesetiaan kepada kebenaran.

Dalam falsafah kejawen religius, perjalanan Anoman melambangkan “Manunggaling Kawula lan Gusti”, yakni penyatuan antara manusia dengan kehendak Tuhan.

Pesan moral itulah yang dinilai sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, budaya, dan spiritualitas.

Malam pagelaran wayang itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar tontonan budaya. Ia menjelma menjadi ruang kontemplasi, doa, dan pengingat bahwa kehidupan yang damai lahir dari hati yang bersih, rasa syukur, dan kebersamaan masyarakat.

Dan di malam Sedekah Bumi 2026 itu, masyarakat Karimunjawa bukan hanya merawat tradisi leluhur, tetapi juga merawat jiwa, nilai kehidupan, dan arah masa depan generasi mereka.

Petrus/Red

Berita Terkait

Bunda PAUD Jepara Kunjungi PKK Donorojo dan Sanggar Batik Pandan Wangi Clering
Danrem 073 Tegaskan : Kondusifitas Jepara Tanggung Jawab Bersama, Program Nasional Wajib Dikawal
Agus Sutisna Tancap Gas! 4 Ranperda Strategis Digulirkan, Pilkades Jadi Kunci
Semangat Kartini Tumbuh di PAUD Terpadu Bintang, Anak-Anak Belajar Emansipasi Lewat Kegiatan Ceria
Bangkit Setelah 7 Tahun! Gus Hajar Resmikan Pasar Bangsri, Ribuan Pedagang Hidupkan Ekonomi Baru Jepara
64 Guru PAUD Jepara Digembleng Diklat Inklusi, Siap Wujudkan Pendidikan Ramah Anak
Misteri Kematian Remaja Ujung Batu Terungkap, Hasil Autopsi Pastikan Tak Ada Tanda Penganiayaan
Mas Wiwit Komit Kawal 4 Ranperda! Sinkronisasi Eksekutif–Legislatif, Regulasi Baru Siap Ubah Wajah Jepara

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:52 WIB

Arif Setiawan Buka Pagelaran Sakral “Anoman Tiwikromo”, Karimunjawa Rawat Tradisi dan Kesadaran Batin

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:43 WIB

Bunda PAUD Jepara Kunjungi PKK Donorojo dan Sanggar Batik Pandan Wangi Clering

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:19 WIB

Danrem 073 Tegaskan : Kondusifitas Jepara Tanggung Jawab Bersama, Program Nasional Wajib Dikawal

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:26 WIB

Agus Sutisna Tancap Gas! 4 Ranperda Strategis Digulirkan, Pilkades Jadi Kunci

Kamis, 30 April 2026 - 11:06 WIB

Semangat Kartini Tumbuh di PAUD Terpadu Bintang, Anak-Anak Belajar Emansipasi Lewat Kegiatan Ceria

Rabu, 29 April 2026 - 20:31 WIB

Bangkit Setelah 7 Tahun! Gus Hajar Resmikan Pasar Bangsri, Ribuan Pedagang Hidupkan Ekonomi Baru Jepara

Rabu, 29 April 2026 - 19:12 WIB

64 Guru PAUD Jepara Digembleng Diklat Inklusi, Siap Wujudkan Pendidikan Ramah Anak

Selasa, 28 April 2026 - 19:43 WIB

Misteri Kematian Remaja Ujung Batu Terungkap, Hasil Autopsi Pastikan Tak Ada Tanda Penganiayaan

Berita Terbaru

Minahasa tenggara

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:26 WIB