64 Guru PAUD Jepara Digembleng Diklat Inklusi, Siap Wujudkan Pendidikan Ramah Anak
TRIBUNCHANNEL.COM-Jepara- Sebanyak 64 guru PAUD dari jenjang KB, TK, dan RA se-Kabupaten Jepara mengikuti Diklat Inklusi Pemula (Dasar) yang digelar Pengurus Daerah Himpaudi Kabupaten Jepara di Aula 2 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Jepara, 29 April hingga 2 Mei 2026.
Kegiatan bertema pembekalan life skill ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan guru sebagai garda terdepan pendidikan inklusif yang ramah bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Diklat dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Nonformal (PNF), Aries Nurwiyantoko, S.Sn., M.M., yang menegaskan pentingnya guru memahami konsep inklusi demi menciptakan lingkungan belajar tanpa diskriminasi.
Ketua Himpaudi Kabupaten Jepara, Muhammad Yusuf, S.Pd., menyampaikan kegiatan ini tidak hanya memberikan penguatan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan guru di lapangan.
“Guru PAUD harus siap menghadapi beragam karakter anak dengan pendekatan yang tepat. Diklat ini dirancang agar para guru memiliki bekal nyata dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Selama empat hari, peserta mendapatkan materi komprehensif dari para narasumber berkompeten, di antaranya Siti Saroh, M.Pd., Dian Ratih Saptasari, S.Psi., M.Psi., Ester Terviana, M.Pd., dan Endar Juniati, M.Pd.
Materi yang diberikan meliputi kebijakan pendidikan inklusi, karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, intervensi dini, pengelolaan kelas inklusi, asesmen, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) di masing-masing lembaga.
Suasana diklat berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, serta berbagi pengalaman terkait penanganan anak berkebutuhan khusus di satuan PAUD mereka.
Salah satu peserta mengaku mendapat banyak pencerahan melalui pelatihan ini, terutama terkait asesmen dan strategi mengelola perilaku anak di kelas inklusif.
Melalui kegiatan ini, Himpaudi Jepara berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, namun mampu diterapkan untuk mewujudkan layanan PAUD yang inklusif, menyenangkan, dan berpihak pada semua anak di Bumi Kartini.
ratuandayani/Red



















