Perkuat Sanad : Tradisi Ziarah Pasca-Syawal di Yayasan Al Hikmah Mulyoharjo
TRIBUNCHANNEL.COM-Jepara-Setelah melewati libur panjang Idulfitri dan cuti bersama, seluruh elemen lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan ini—mulai dari PAUD Dunia Anak Al Hikmah, TPQ Al Hikmah, Madrasah Diniyyah Takmiliyah Al Hikmah hingga Jam’iyah Qur’an Al Hikmah—kembali berkumpul. Namun, alih-alih langsung memasuki ruang kelas, mereka memilih mengawali aktivitas dengan sebuah tradisi sarat makna, yakni ziarah kubur ke makam para ulama dan tokoh pendahulu setempat.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi, 29 Maret 2026, pukul 07.00 WIB ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari pengurus yayasan, para guru, serta siswa dan santri. Dengan menggunakan delapan mobil pick up, rombongan bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, menapaki jejak sejarah dan spiritual yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan Yayasan Al Hikmah.
Rute ziarah dimulai dari makam Syekh Tamam Datuk Kimoliki di Dukuh Gudang Sawo, kemudian dilanjutkan ke makam Mbah Lambu dan Sungging Prabangkara di Dukuh Sisir. Perjalanan berlanjut ke makam Raden Bagus Joyokusumo dan Raden Ayu Dewi Sulastri di Dukuh Bugel, hingga akhirnya ditutup di makam Syekh Ali Muhammad di Dukuh Jepangan. Setiap lokasi menjadi ruang refleksi, tempat para peserta menundukkan kepala, mengirimkan doa, sekaligus mengenang jasa para tokoh yang telah meletakkan dasar-dasar pendidikan dan dakwah di wilayah tersebut.

Tradisi ziarah ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah ikhtiar untuk memperkuat sanad keilmuan sekaligus menyucikan niat sebelum kembali menempuh proses belajar mengajar. Dalam konteks pendidikan Islam, sanad bukan hanya tentang mata rantai keilmuan, tetapi juga tentang adab, keteladanan, dan keberkahan yang menyertai proses menuntut ilmu.
Salah satu pengurus Yayasan Al Hikmah, Zaroni, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana “sowan” secara spiritual kepada para pendahulu. Ia berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menghormati jasa para ulama dan tokoh yang telah berkontribusi dalam dunia pendidikan. Menurutnya, menanamkan adab sejak dini adalah bagian penting, dalam membentuk karakter generasi yang berakhlak.
Di setiap titik ziarah, lantunan tahlil dan doa menggema dengan penuh kekhusyukan. Tidak ada sekat antara guru dan murid; semuanya duduk bersimpuh di atas tanah, larut dalam suasana spiritual yang mendalam. Momen ini menjadi pengingat akan hakikat kehidupan dan kematian, sekaligus mendorong semangat untuk menuntut ilmu dengan lebih sungguh-sungguh.
Di tengah arus digitalisasi dan perubahan sistem pembelajaran yang semakin dinamis, kegiatan ziarah menghadirkan jeda yang menenangkan. Para siswa diajak untuk sejenak melepaskan diri dari hiruk-pikuk dunia digital dan kembali merenungi nilai-nilai dasar kehidupan. Refleksi ini diharapkan mampu memperkuat aspek moral dan spiritual, yang menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan.
Selain itu, ziarah pasca-Syawal juga menjadi sarana silaturahmi yang efektif bagi seluruh keluarga besar yayasan. Setelah momen saling bermaafan, kebersamaan dalam kegiatan ini menumbuhkan semangat baru untuk memulai kembali aktivitas belajar dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.
Melalui tradisi ini, Yayasan Al Hikmah Mulyoharjo menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kekuatan karakter. Harapannya, setiap ilmu yang dipelajari tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi juga membawa keberkahan dan rida dari Sang Maha Pemilik Ilmu.
Ziarah ini pun menjadi langkah awal yang penuh makna—sebuah pengingat bahwa setiap perjalanan menuntut ilmu selalu terhubung dengan perjuangan para pendahulu. Dengan demikian, setiap lembar pelajaran yang dibuka dan setiap ayat yang dihafal akan senantiasa berjalan seiring dengan nilai-nilai adab, penghormatan, dan keberkahan.
ratuandayani/Red



















