Wujudkan Kesetaraan dan Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkab Bojonegoro Gelar Pembelajaran Kelas Bahasa Isyarat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Februari 2024 - 00:50 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Bojonegoro Jawa Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga gelar pembelajaran bahasa isyarat

TRIBUNCHANNEL.COM – Bojonegoro – Pembelajaran Kelas Bahasa Isyarat yang digelar Sabtu (24/2/2024) berlangsung penuh keceriaan. Bertajuk ‘Gerakanku Bahasa Untukmu’, kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga di Andrawina Ballroom, Aston Hotel Bojonegoro Jawa Timur. Bertagar Kami BisaTanpa Tapi, para tamu undangan juga berkesempatan belajar bahasa isyarat.

Pada saat pra acara, para peserta disuguhkan cuplikan film berjudul Tell Me That You Love Me, serial drama korea yang menceritakan seorang pelukis yang memiliki masalah dengan pendengarannya. Selain itu juga ada berbagai cover musik dengan gerakan isyarat, hingga penampilan Tari Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia).

 

Pembelajaran Kelas Bahasa Isyarat dihadiri Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, Camat, peserta kelas bahasa isyarat, narasumber Guru Tuli Kelas Bahasa Isyarat M. Nashir Abdul, Pimpinan Cabang Gerakan Kesejahteraan untuk Tuna Rungu Indonesia (DPC Gerkatin) Yoga Falakh Ramadhan, serta tamu undangan.

 

Dengan didampingi penerjemah isyarat, Sekda Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, setelah berinteraksi dengan teman tuli, dapat pemahaman bahwa bahasa isyarat bisa mempersatukan. Hal ini merupakan fakta luar biasa. Ia memberi apresiasi pada Dinpora atas inisiasi penyetaraan ini.

Baca Juga :  Desa Penyangkringan Mengadakan ​Rapat Penanggulangan Lokalisasi di Pasar Hewan Weleri

 

“Nanti pada peristiwa penting lainnya diharapkan ada pemberdayaan dan tindaklanjut. Ini sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan ada kesetaraan gender agar tidak ada diskriminatif,” pungkasnya.  

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid menjelaskan, kelas bahasa isyarat perdana telah dilaksanakan dengan lancar. Ia menceritakan sosok Abdul, guru bahasa isyarat asal Bojonegoro yang pernah belajar dari SD hingga SMP di Bojonegoro, lalu ikut orangtua pindah ke Malang dari SMA hingga lulus kuliah. Abdul menjadi inspirasi agar tidak ada satupun masyarakat Bojonegoro termarjinalkan. Untuk itu harus mendapatkan pelayanan yang sama oleh pemerintah.

 

“Mas Abdul ini seorang guru bahasa isyarat asal Bojonegoro yang sekarang mengajar bahasa isyarat di Malang dan juga di Bojonegoro. Ini menjadi inspirasi kita ada seorang pemuda Bojonegoro yang ingin mengabdikan apa yang dibisa untuk Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Amir Syahid menjelaskan, inspirasi inilah yang mengawali kegiatan hari ini. Pelaksanaannya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta sebagai peningkatan pelayanan masyarakat dan beberapa indeks yang jadi standar pelayanan pada masyarakat. Adapun kelas pertama sudah dimulai. Kelas pertama terdiri dari anggota Kodim  12 orang, Unugiri 3 orang, Unigoro 3 orang, dan Dinpora 3 orang.

Baca Juga :  Bupati Witiarso Tegaskan: Seni Ukir Jadi Magnet Wisata Jepara

 

“Kelas bahasa isyarat ini akan berlanjut untuk selanjutnya kelompok kepala dinas, camat, dan pelayanan publik lainnya seperti BUMN, BUMD, dan perbankan. Sehingga paling tidak dalam satu instansi ada yang mengerti dan bisa bahasa isyarat,” pungkasnya.

 

Amir juga menambahkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengenalan, dan masukan komunikasi pelayanan bahasa isyarat bagi teman tuli di ranah publik. Serta mengajarkan bahasa isyarat pada peserta untuk berkomunikasi, dan sebagai bentuk pemberdayaan staf sehingga dapat berkomunikasi jika masyarakat tuli datang ke pemerintah.

 

“Terbaru anggota Gerkatin ada 44 orang. Pelaksanaan kelas bahasa isyarat dibatasi 1 kelas 33 orang agar lebih intensif. Terdiri dari 7x pertemuan. Setelah itu ada kelas lanjutan. Kami akan berkirim surat kepada bapak ibu untuk dapat mengirimkan peserta,” jelasnya.

 

Redho/Red

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Kapolres Jombang Awali Tugas dengan Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Semarak Pembukaan Liga Unit Darul Ulum Jombang, Santri Diajak Jaga Kerukunan dan Sportivitas
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Kapolres Jombang Awali Tugas dengan Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Semarak Pembukaan Liga Unit Darul Ulum Jombang, Santri Diajak Jaga Kerukunan dan Sportivitas

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru