Pemerintah Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri mengadakan rapat koordinasi penting
TRIBUNCHANNEL.COM –Kendal – Pemerintah Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri mengadakan rapat koordinasi penting membahas dan menanggulangi keberadaan lokalisasi yang beroperasi di wilayah Pasar Hewan atau Pasar 2 Weleri. Rapat ini berlangsung, pada Kamis 16 Oktober 2025, bertempat di Aula Balai Desa Penyangkringan.
Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Penyangkringan, Ares Supriyanto, rapat ini bertujuan untuk menyusun langkah strategis dalam “pembersihan” dan “pembubaran” aktivitas lokalisasi demi ketertiban dan moralitas masyarakat.
Rapat dihadiri oleh berbagai unsur penting yang mewakili pemerintah, keamanan, dan masyarakat, menunjukkan keseriusan dan dukungan lintas sektor terhadap upaya penanggulangan ini.
Para hadirin meliputi:
Bhabinkamtibmas
Kepala Pasar Weleri Dua
Babinsa
Perwakilan Kecamatan
Perwakilan RT dan RW
Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Tokoh Agama
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ares Supriyanto menegaskan bahwa agenda utama rapat adalah penanggulangan lokalisasi yang telah lama menjadi isu di wilayah desa Penyangkringan.
Disamping itu sebelah selatan Lokalisasi sudah dibangun puskesmas, mari untuk menjaga nama baik desa kita marilah bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan ini, walaupun yang di tempati bukan tanah desa penyangkringan tapi dimana-mana terkenalnya Desa penyangkringan ada Penondan anakan, “ungkapnya.
Respons dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan adanya konsensus bulat untuk mendukung upaya pembubaran lokalisasi tersebut: Kesepakatan bersama dari organisasi keagamaan terbesar (Muhammadiyah dan NU) serta lembaga legislatif desa (BPD) ini menjadi modal kuat bagi Pemerintah Desa Penyangkringan untuk segera mengambil tindakan konkret dalam menegakkan ketertiban dan norma di area Pasar Hewan/Pasar Dua Weleri.
Perwakilan dari Muhammadiyah juga memberi masukan, Berhubung tanah yang ditempati itu tanah Dipenda maka kepala desa harus bikin surat disertai stempel dari para perwakilan desa khususnya para RT RWb dan tokoh masyarakat supaya cepat ditangani dari pihak terkait.
Salah satu warga Desa Penyangkringan yang enggan menyebutkan namanya juga mengatakan, bahwa kebanyakan orang luar Weleri yang menghuni warung remang-remang itu.
Red



















