Puncak HIM dan BLK 2026, Sinergi BSG-OJK-Pemprov Sulut Cetak Generasi Muda Cerdas Finansial

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Puncak HIM, BLK 2026, Bank SulutGo, OJK dan Pemprov Sulut

TRIBUNCHANNEL.COM-MANADO — Lebih dari 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah dan perguruan tinggi se-Sulawesi Utara berkumpul dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026, Kamis (20/8/2026).

Mengusung semangat membangun budaya menabung dan memperkuat kecerdasan finansial sejak dini, kegiatan ini menjadi panggung kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank SulutGo (BSG), serta 16 industri jasa keuangan (IJK) di Sulawesi Utara.

Puncak kegiatan dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. Turut hadir Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulut, pimpinan instansi vertikal, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara, serta jajaran pimpinan industri jasa keuangan.

Literasi Keuangan Sulut Tembus 69,98 Persen
Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo, Robert H.P. Sianipar, mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan dalam memperkuat ekosistem keuangan di Sulawesi Utara.

Berdasarkan survei OJK terbaru, indeks literasi keuangan nasional tercatat 65,43 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 75,02 persen. Sulawesi Utara mencatat capaian lebih tinggi dari rata-rata nasional. Indeks literasi keuangan mencapai 69,98 persen, sementara inklusi keuangan menembus 94,37 persen.

Menurut Robert, capaian tersebut merupakan modal penting bagi pembangunan ekonomi daerah. Namun, tingginya inklusi harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi.

Masyarakat, kata dia, tidak cukup hanya memiliki akses dan menggunakan produk jasa keuangan, tetapi juga harus memahami manfaat, karakteristik, serta risiko dari setiap produk yang digunakan.

“Capaian ini menjadi modal berharga bagi pembangunan Sulawesi Utara ke depan. Namun, tantangan kita bersama adalah menutup gap antara inklusi dan literasi,” ujar Robert.

Baca Juga :  Rakor Pemutakhiran Data Sosial di Manado: Wali Kota Tekankan Akurasi Penentuan Desil

Ia menilai momentum HIM yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 menjadi instrumen penting untuk membangun kebiasaan finansial sejak usia sekolah.

Segmen pelajar dan mahasiswa dinilai sangat strategis mengingat kelompok tersebut mencapai sekitar 31 persen dari total penduduk Indonesia.

Penguatan budaya menabung di Sulawesi Utara juga tercermin dari perkembangan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Hingga Juni 2026, jumlah rekening tabungan pelajar mencapai 568.965 rekening, atau tumbuh 10,88 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan Juni 2025.

Sementara nominal tabungan pelajar telah mencapai Rp218,08 miliar, meningkat 7,51 persen YoY. Tak hanya memperluas akses, OJK bersama industri perbankan juga terus memperkuat edukasi. Hingga Juni 2026, telah dilaksanakan 119 kegiatan edukasi keuangan di 12 kabupaten/kota dengan jangkauan lebih dari 90.000 peserta.

Robert menegaskan, angka tersebut menunjukkan bahwa perluasan akses keuangan harus dibarengi edukasi yang konsisten dan berkelanjutan.

OJK juga mendorong generasi muda menjalankan empat prinsip utama: mulai menabung secara konsisten, menjadi duta literasi keuangan, mengajak lingkungan sekitar semakin cerdas mengelola keuangan, serta memanfaatkan teknologi perbankan digital secara aman dan bijak.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan bahwa budaya menabung memiliki makna lebih luas daripada sekadar menyisihkan uang. Menurutnya, kebiasaan menabung merupakan latihan kedisiplinan sekaligus bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan bentuk latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bangsa,” tegas Yulius.

Di hadapan ribuan pelajar dan mahasiswa, Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga tiga hal dalam mempersiapkan masa depan generasi muda, yakni kasih sayang, perlindungan, dan masa depan.

Baca Juga :  Gubernur Sulut YSK Segarkan Birokrasi, Kadis PUPR, Pendidikan, dan Disnaker Berganti

Ia mengajak generasi muda Sulawesi Utara untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan mempersiapkan masa depan dengan disiplin.
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit, jangan ragu dan jangan berkecil hati.

Pemerintah Provinsi Sulut bersama lembaga keuangan seperti Bank SulutGo akan selalu siap mendampingi mimpi-mimpi kalian menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Bank SulutGo Perkuat Peran sebagai “Torang pe Bank”

Sebagai Bank Pembangunan Daerah dengan semangat “Torang pe Bank”, Bank SulutGo terus mengambil peran dalam memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan.

BSG menghadirkan produk simpanan yang menyasar kalangan pelajar dan generasi muda, di antaranya Simpanan Pelajar (SimPel) dan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda).

Kehadiran jajaran manajemen Bank SulutGo dalam puncak HIM dan BLK 2026 menjadi penegasan komitmen BSG untuk memperkuat sinergi dengan OJK dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya dalam mempercepat perluasan akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Bagi BSG, penguatan literasi keuangan generasi muda bukan sekadar agenda edukasi, tetapi bagian dari investasi sosial dan ekonomi jangka panjang bagi Sulawesi Utara.

Kolaborasi pemerintah, regulator, perbankan, dan industri jasa keuangan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga cerdas, disiplin, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Dengan tingkat inklusi keuangan Sulawesi Utara yang telah mencapai 94,37 persen, pekerjaan berikutnya adalah memastikan tingginya akses tersebut berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman masyarakat.

Dari kebiasaan menabung di bangku sekolah hingga pemanfaatan layanan keuangan digital, literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda Sulawesi Utara menghadapi tantangan ekonomi sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045.

Maria/Red

Berita Terkait

Pemkab Talaud dan Bank SulutGo Perkuat Ekosistem Jual Beli Hasil Tangkap Ikan
Upacara HKN Kemenag Manado, ASN Diingatkan Berikan Pelayanan Ramah dan Cepat
BSG Fest 2026 Siapkan 53 Kendaraan, Hadirkan Kompetisi hingga Donor Darah
Perkuat Sektor Pertanian dan Perkebunan Pemkab Mitra Kerjasama dengan BSG dan OJK
Dugaan Proyek Percontohan Korupsi Nasional SMP Negeri 1 Manado Viral, Coreng Pemerintahan AA-RS
Fitch Afirmasi Bank SulutGo di Level A(idn), Outlook Stabil Likuiditas Dinilai Sangat Kuat
Kajati Sulut, WPR Bukan Karpet Merah untuk Tambang Ilegal, Jangan Jadikan Rakyat Tameng
OJK Beri Izin Usaha Pergadaian Baru di Manado, Masyarakat Diimbau Cermat Memilih Layanan Gadai

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:54 WIB

Pemkab Talaud dan Bank SulutGo Perkuat Ekosistem Jual Beli Hasil Tangkap Ikan

Kamis, 17 September 2026 - 12:37 WIB

Upacara HKN Kemenag Manado, ASN Diingatkan Berikan Pelayanan Ramah dan Cepat

Rabu, 9 September 2026 - 21:03 WIB

BSG Fest 2026 Siapkan 53 Kendaraan, Hadirkan Kompetisi hingga Donor Darah

Kamis, 3 September 2026 - 22:00 WIB

Perkuat Sektor Pertanian dan Perkebunan Pemkab Mitra Kerjasama dengan BSG dan OJK

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Dugaan Proyek Percontohan Korupsi Nasional SMP Negeri 1 Manado Viral, Coreng Pemerintahan AA-RS

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Fitch Afirmasi Bank SulutGo di Level A(idn), Outlook Stabil Likuiditas Dinilai Sangat Kuat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Kajati Sulut, WPR Bukan Karpet Merah untuk Tambang Ilegal, Jangan Jadikan Rakyat Tameng

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:39 WIB

OJK Beri Izin Usaha Pergadaian Baru di Manado, Masyarakat Diimbau Cermat Memilih Layanan Gadai

Berita Terbaru