Warga Minta Solusi ke Desa, Malah Terancam Kehilangan Aset Satu – Satunya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Februari 2024 - 05:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana saat konfirmasi ke rumah Kepala Desa Bumi Rejo

TRIBUNCHANNEL.COM – Magelang – Pada hari Senin Tanggal 26 Februari 2024 sungguh malang nasib yang, menimpa warga masyarakat Desa Bumi Rejo Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang.

 

”Anak polah bopo keprdah ”

Filsafat Jawa itu pas untuk suasana yang di alami oleh Agus Solih. Agus Solih adalah kepala rumah tangga yang di Mana merasa di jebak oleh kepala desa nya sendiri yang mau minta solusi untuk masalah hutang nya .

 

Peristiwa ini terjadi berawal dari hutang piutang antara H R dan Abdur Rahman Abdurahman adalah anak dari Agus Solih H R telah menyerah kan’ pinjaman kepada Abdurahman sejumlah seratus juta rupiah [100,000.000.]uang tersebut langsung di serahkan ke Abdurahman dari Agus Solih Karena yang meminjam uang tersebut adalah Abdurahman Dan di saksi kan Zaenal Dan H R saat berada di rumah Agus Solih 

 

Dari saat di terima uang tersebut pihak peminjam terus menerus membayar kewajiban bayar Nya sampai satu tahun 

 

Namun dianggapan oleh pemberi pinjaman di anggap Hanya bayar bunga saja.  Samapi berita ini di tayangkan awak media, mengkonfirmasi ke kepala desa dan perangkat desa akan kebenaran peristiwa yang terjadi Dan di alami warganya sendiri yang bernama Agus Solih

Baca Juga :  Para Pengurus Koperasi Didorong Lulus Fit And Proper Test

 

Bertemulah dengan kepala desa dan sekertaris desa menyampai kan’ Kami selaku pemerintah desa sudah lakukan sesuai sarat ketentuan yang berlaku dan memang sertifikat masih atas nama warga kami Agus Solih , Dan bilamana sertifikat tanah Nya belum ke terima Agus Solih.

Saya sebagai kepala desa kurang baik bagaimana terhadap warga tidak bisa makan saja saya bantu anaknya bermasalah dengan hukum saya bantu, Besok kita selesaikan di Polsek saja ungkap kepala desa dan sekertaris desa.

 

Di tempat terpisah, Gigih Laksono S.H selaku kuasa hukum dari keluarga Agus Solih memberikan tanggapan nya.kami akan lakukan upaya hukum atas apa yang di alami klain kami ini kenapa demikian kami sudah ikuti mediasi di Polsek Kaliangkrik hampir 4 kali akan tetapi Belum menemukan titik temu ,  Dan klien kami mau mengajukan pembuatan sertifikat nya karena Tujuannya agar dapat segera di gadaikan untuk membantu anaknya Abdurrahman untuk menolong anaknya bayar hutang kepada H R, dan kepala desa juga mengatakan kepada klien kami Agus Solih akan bertanggung jawab untuk mengambil bersama ketika sertifikat jadi.

Baca Juga :  Perdana Wabup Madiun Hadiri Sosialisasi Penilaian SAKIP

 

Tetapi hasil mediasi nya kenapa sertifikat atas nama klain kami belum di serahkan ke kami alasan dari pihak notaris bernama Muhammad Nurkholis apabila hutang Nya Abdurahman ke mbak H R di selesaikan Dulu,

Serta membayar jasa pembuatan sertifikat Nya ke kantor kami senilai delapan juta rupiah [8.000,000.] Di sampaikan oleh penasihat hukum notaris Zarkasi Sa, Bana SH.

 

Dan kaget Nya kami bahwa saat mediasi kami di kasih lihat bahwa ada kwitansi jual’ beli antara Agus Solih Dan pemberi pinjaman ke anak nya Abdurahman Dan di situlah Agus Solih tidak merasa tanda tangan jual’ beli tanda tangan hanya saat permohonan pembuatan sertifikat Padahal tidak ada hubungan  antara Agus Solih Dan hutangnya Abdurahman ini.

 

Mansyur/Red

Berita Terkait

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD
Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi
Silaturahmi Strategis di Polres Pekalongan, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian untuk Stabilitas Publik
Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri
Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah
Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Jumat, 10 April 2026 - 09:10 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35 WIB

Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:30 WIB

Silaturahmi Strategis di Polres Pekalongan, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian untuk Stabilitas Publik

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:51 WIB

Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:20 WIB

Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:21 WIB

Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas

Berita Terbaru