BAIN HAM RI Kalbar Minta Investigasi PT Marina Express dan Dugaan Tenaga Asing di PT KAN

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:04 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAIN HAM RI Kalbar Minta Investigasi PT Marina Express dan Dugaan Tenaga Asing di PT KAN

TRIBUNCHANEL.COM-Pontianak, 10 Maret 2026 – Ketua DPW BAIN HAM RI Kalimantan Barat, Syafriudin C.L.A, mendampingi pemilik kapal KM Juwita, Dedi Darmawan, melakukan pelaporan resmi di Kantor KSOP Pontianak terkait dugaan pelanggaran aturan pelayaran yang diduga dilakukan oleh kapal milik PT Marina Express pada 5 Januari 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.

Kasus yang telah melalui dua upaya mediasi – dengan mediasi pertama bersama KSOP dan mediasi kedua yang tidak terealisasi karena tidak adanya pertemuan antar pihak – kini diajukan secara resmi untuk mendapatkan penanganan hukum yang tepat.

“Semua kegiatan pelayaran sudah jelas diatur oleh undang-undang. Dalam hal ini kami menilai PT Marina Express telah melanggar aturan pelayaran, karena jalur operasional yang seharusnya di laut diduga dilakukan di wilayah sungai,” ujar Syafriudin dalam jumpa pers setelah pelaporan.

Baca Juga :  BPM Kerahkan 1.000 Massa Kepung Tiga Kantor PLN Kalbar, Desak Evaluasi Pimpinan

Ia mengutip dasar hukum yang mengatur keselamatan dan tata kelola pelayaran, yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 109 ayat (1) yang menyatakan setiap kapal wajib memperhatikan keselamatan dan tidak membahayakan kapal lain, serta Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian Pasal 8 yang mewajibkan Kementerian Perhubungan menetapkan alur, rute, dan tata cara lalu lintas kapal.

Syafriudin menegaskan bahwa KSOP tidak hanya berperan sebagai penyedia izin berlayar, tetapi juga memiliki kewenangan untuk mencabut izin jika terdapat pelanggaran. Ia meminta agar pihak KSOP bekerja secara profesional dan mencabut izin berlayar PT Marina Express secara sementara hingga permasalahan terselesaikan, serta memastikan korban mendapatkan keadilan.

Baca Juga :  DPD ASWIN dan GWI Kalbar Klarifikasi Isu Penyekapan Wartawan di SPBU 64.781.21, Tudingan “Bos Preman” Dinilai Tak Berdasar

Selain masalah pelayaran, BAIN HAM RI Kalbar juga meminta pihak imigrasi untuk melakukan inspeksi mendadak ke PT KAN. Hal ini terkait dugaan bahwa PT Marina Express membawa penumpang berupa investor dan pekerja asing menuju perusahaan tersebut tanpa dokumen keimigrasian yang sah sesuai peraturan yang berlaku.

Kasus ini diharapkan segera ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait guna menjaga kepatuhan terhadap peraturan pelayaran dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Andi Azwar/Red

Berita Terkait

BPM DESAK PEMERINTAH SERIUS BANGUN KEKUATAN UDARA UNTUK ATASI KARHUTLA
Kalbar Diselimuti Kabut Asap, Warga Desak APH Bongkar Aktor di Balik Karhutla
Warga Mengeluh Air Ledeng Keruh dan Asin, Kinerja PERUMDA Tirta Khatulistiwa Dipertanyakan
Cinta Terhalang Keyakinan, Alesha Tuangkan Kisahnya Lewat Single “Beda”
Proyek RS Karitas Bakti Jadi Sorotan,Keselamatan Pengguna Jalan Dipertanyakan
Ahli Waris Kecewa, Kinerja Disnaker Pontianak Disorot
PT Ihya Tour & Travel Bongkar Dugaan Identitas Fiktif Enam Jamaah Asal Kapuas Hulu
PLN Dikepung, BPM Suarakan Keluhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:32 WIB

BPM DESAK PEMERINTAH SERIUS BANGUN KEKUATAN UDARA UNTUK ATASI KARHUTLA

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Kalbar Diselimuti Kabut Asap, Warga Desak APH Bongkar Aktor di Balik Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Warga Mengeluh Air Ledeng Keruh dan Asin, Kinerja PERUMDA Tirta Khatulistiwa Dipertanyakan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Cinta Terhalang Keyakinan, Alesha Tuangkan Kisahnya Lewat Single “Beda”

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Proyek RS Karitas Bakti Jadi Sorotan,Keselamatan Pengguna Jalan Dipertanyakan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:53 WIB

Ahli Waris Kecewa, Kinerja Disnaker Pontianak Disorot

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:56 WIB

PT Ihya Tour & Travel Bongkar Dugaan Identitas Fiktif Enam Jamaah Asal Kapuas Hulu

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:38 WIB

PLN Dikepung, BPM Suarakan Keluhan Warga

Berita Terbaru