Jatuh Dari Apartemen Lantai 12 Kematian AR Diduga ada Kejanggalan, Barmas Desak APH Bertindak Cepat dan Transparan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tondano, diduga jatuh dari lantai 12 Apartemen Metro Sunter, Jakarta Utara.

TRIBUNCHANNEL.COM –JAKARTA – Nasib tragis menimpa Angklin Roring, pria asal Seretan, Tondano, yang ditemukan tewas setelah diduga jatuh dari lantai 12 Apartemen Metro Sunter, Jakarta Utara, pada jumat (14/11/25). Bukannya memberi jawaban, kondisi tubuh korban justru menimbulkan segudang pertanyaan sebab banyak bekas luka di tubuh korban.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi di unit apartemen yang ditempati pria berinisial Indra Wala, yang diketahui merupakan teman dekat korban. Keduanya disebut saling mengenal karena sama-sama berasal dari Sulawesi Utara.

 

Namun yang membuat keluarga terpukul sekaligus curiga adalah luka-luka tak wajar yang ditemukan hampir di seluruh tubuh korban. Karena itu, pihak keluarga meminta otopsi penuh untuk memastikan penyebab dan pola kematiannya.

Baca Juga :  Fedirman Laia Mendorong Kejaksaan Agung Ungkap Pejabat KLHK Yang Terjerat Korupsi Tata Kelola Kelapa Sawit

 

“Kami mohon doa dari saudara-saudara dan teman-teman Angklin. Kami ingin kebenaran terungkap apa adanya. Jenazah sudah diputuskan untuk diotopsi,” ujar Mefry Roring, kakak korban, Senin (15/11/25).

 

Kecurigaan makin menguat setelah salah seorang rekan korban mengaku mendapatkan pesan singkat mencurigakan dari Angklin sebelum kejadian.

 

“Saya terima pesan dari Angklin. Dia bilang: ‘Tolong saya, mereka mo bunuh saya.’ Setelah itu saya coba hubungi, tapi nomornya sudah tidak aktif,” ungkap sumber tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Pesan itu kini menjadi bukti penting yang harus ditelusuri aparat untuk memastikan apakah korban benar-benar jatuh dengan sendirinya, atau ada unsur lain di balik tragedi ini.

 

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum Barisan Masyarakat Adat (Barmas), Jenly Kawilarang, meminta aparat penegak hukum bertindak cepat, tegas, dan tanpa kompromi.

Baca Juga :  Rumah Seorang Jurnalis Diteror, Polri Wajib Melindungi Tapi Faktanya Begini

 

“Kami minta penyidik bekerja transparan. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Jangan sampai kasus ini diperlakukan berbeda hanya karena ada pihak yang diduga dekat dengan tokoh penting. Kami akan mengawal proses hukum sampai tuntas,” tegas Kawilarang.

 

Hingga kini pihak keluarga hanya menuntut satu hal: kepastian dan keadilan. Mereka berharap hasil otopsi dan penyelidikan dapat memberi jawaban atas misteri luka-luka korban serta pesan terakhirnya yang mengerikan.

 

Kasus ini masih dalam penanganan pihak berwenang, dan publik menunggu langkah berikutnya dari aparat untuk memastikan tidak ada fakta yang tertutup oleh waktu maupun kekuasaan.

SS/Red

Berita Terkait

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
Direktur PDAM Raih Penghargaan Top Ceo BUMD Awards 2026
DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD
Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi
Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri
Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah
Ketum GMOCT : Jangan Kriminalisasi Wartawan, Kasus Mojokerto Harus Mengacu UU Pers
Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Senin, 13 April 2026 - 22:02 WIB

Direktur PDAM Raih Penghargaan Top Ceo BUMD Awards 2026

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35 WIB

Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:51 WIB

Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:20 WIB

Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:22 WIB

Ketum GMOCT : Jangan Kriminalisasi Wartawan, Kasus Mojokerto Harus Mengacu UU Pers

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:21 WIB

Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas

Berita Terbaru