Juru Parkir Resah Bakal Disingkirkan Pihak RS Budi Rahayu Kota Pekalongan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 2 Maret 2025 - 05:16 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adhib tokoh masyarakat yang mendampingi Jukir RS Budi Rahayu

TRIBUNCHANNEL.COM – KOTA PEKALONGAN – Sejumlah juru parkir (jukir) di Jalan Barito Kota Pekalongan mengaku resah dengan munculnya kebijakan pihak Rumah Sakit Budi Rahayu yang berencana akan mensterilkan kawasan itu dari area parkir. Alhasil para juru parkir itupun meminta bantuan pengacara Didik Pramono untuk mendampingi mediasi.

 

Salah satu juru parkir, Mirza (55) sebelumnya mengaku bingung dengan kebijakan dari pihak manajemen RS Budi Rahayu tersebut yang dianggap bakal mematikan penghasilan dirinya maupun teman-temannya yang selama bertahun-tahun hidup menjadi juru parkir.

 

“Kami semua resah mas, karena dengan dilarangnya parkir di sekitar RS Budi Rahayu akan mempengaruhi penghasilan padahal kami memiliki izin dari Dinas Perhubungan,” katanya, Jum’at 28 Februari 2025.

 

Untuk itu kami semua di sini meminta bantuan pengacara Didik Pramono untuk mendampingi para juru parkir mediasi dengan pihak manajemen RS Budi Rahayu dan alhamdulillah Direktur RS Budi Rahayu terbuka mau mendengar aspirasi.

 

Dalam mediasi muncul kesepakatan bahwa pihak RS Budi Rahayu dan Dinas Perhubungan meminta para juru parkir untuk tertib demi kenyamanan bersama.

Baca Juga :  Kasus Kematian Remaja di Pekalongan Diduga Ada Kejanggalan

 

“Intinya semua bisa bekerja kembali seperti biasanya hanya saja diminta untuk tertib agar tidak menimbulkan kemacetan,” ujar Mirza diamini yang lain.

 

Direktur RS Budi Rahayu FX Indra Setiadi menyebut ada miskomunikasi karena tidak ada niat untuk menggeser area parkir. Pihaknya hanya menginginkan area parkir tertib dan tidak macet.

 

“Jadi kesimpulan hasil mediasi ini mereka tetap bisa menjalankan pekerjaannya namun mengarah yang lebih baik. Kan tadinya dua sisi, sekarang satu sisi jalan saja,” katanya

 

Kalau sebelumnya sempat mengganggu kelancaran namun dengan kesepakatan baru perlu ada perbaikan itu saja sebenarnya. Artinya timbulnya pertemuan ini disebabkan oleh miskomunikasi.

 

“Mereka menganggap kami mau menggeser, lha mau digeser ke mana wong kami lahannya saja tidak ada. Sebenarnya kami mau ajak mereka kerja sama, nah kesepakatan untuk bisa tertib mereka setujui sesuai dengan ketentuan Dishub. Jadi tidak ada rencana untuk mematikan karena nanti yang mengurus parkir siapa,” jelas FX Indra Setiadi.

 

Sementara itu Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, Agung Jaya Kusuma Aji membenarkan bahwa pengawasan juru parkir ada pada pihaknya namun hal tersebut juga butuh dukungan dari RS Budi Rahayu.

Baca Juga :  Kemenkeu Sebut Kinerja Keuangan Jepara Sudah Sesuai Jalur

 

“Kami sudah cek di lapangan bahwa lebar jalan di bawah lima meter, jadi memang tidak direkomendasikan untuk parkir dua lajur. Solusinya pihak rumah sakit juga harus pendekatan ke pedagang kaki lima yang ada di lokasi karena terlalu menjorok ke jalan,” sebutnya.

 

Di sisi lain pengacara juru parkir, Didik Pramono menambahkan dirinya bersedia mendampingi kliennya karena berbagai pertimbangan salah satunya sebagai orang kecil mengandalkan hidupnya menjadi juru parkir, kemudian di posisi yang lemah rentan menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak kepada orang kecil seperti mereka dan peran dari juru parkir itu sebenarnya sangat membantu mengatur ketertiban di kawasan tersebut.

 

“Saya sebagai pengacara mereka menindaklanjutinya dengan musyawarah atau mediasi untuk mencari solusi bersama sehingga hasilnya baik untuk semuanya. Alhamdulillah ini selesai dengan kesepakatan yang tidak saling merugikan,” tukasnya.

Dikin/Red

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terbaru