Ribuan warga Kabupaten Jombang tumpah ruah memadati kawasan Jalan KH. Wahid Hasyim.
TRIBUNCHANNEL.COM –JOMBANG – Menjelang detik-detik pergantian tahun 2025 menuju 2026, ribuan warga Kabupaten Jombang tumpah ruah memadati kawasan Jalan KH. Wahid Hasyim, Rabu (31/12/2025) malam.
Kegiatan car free night (CFN) malam tahun baru yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang menjadi magnet utama masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun secara sederhana namun penuh kebersamaan.
Sejak sore hingga menjelang tengah malam, arus Jalan KH. Wahid Hasyim dari arah selatan Ringin Contong hingga kawasan Kebun Rojo dipadati warga. Jalan protokol tersebut praktis lumpuh dari aktivitas kendaraan bermotor dan berubah menjadi lautan manusia. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, terlihat menikmati suasana malam tahun baru dengan berjalan kaki, bersantai, hingga berfoto bersama keluarga dan kerabat.
Antusiasme masyarakat terbilang tinggi meski Pemkab Jombang meniadakan pesta kembang api maupun hiburan musik band seperti perayaan tahun-tahun sebelumnya. Ketiadaan hiburan besar tersebut nyatanya tidak mengurangi minat warga untuk datang. Justru, car free day malam tahun baru dinilai menjadi alternatif perayaan yang lebih aman, tertib, dan merakyat.
Suasana keakraban dan kebersamaan terasa kental di sepanjang lokasi acara. Warga tampak menikmati malam pergantian tahun dengan cara sederhana, sekadar berjalan-jalan, berbincang, hingga menikmati kuliner yang dijajakan pedagang kaki lima. Kehadiran ratusan PKL turut menyemarakkan suasana, menawarkan beragam makanan dan minuman, mulai dari jajanan ringan, minuman hangat, hingga kuliner khas yang menggugah selera.
Salah satu warga Jombang, Yuli (39), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk merasakan suasana malam tahun baru di pusat kota. Ia menilai car free day malam tahun baru menjadi momen yang menyenangkan dan mampu menghadirkan rasa kebersamaan antarwarga.
“Saya senang sekali dan merasa terhibur. Suasananya ramai, penuh keakraban, dan kebersamaannya benar-benar terasa. Sepertinya semua warga yang hadir juga merasakan hal yang sama,” ujarnya di sela-sela keramaian.
Meski demikian, Yuli berharap ke depan perayaan malam tahun baru di Jombang dapat dikemas lebih meriah tanpa menghilangkan unsur kesederhanaan dan kebersamaan. “Kalau bisa, tahun-tahun berikutnya diadakan lagi pesta kembang api supaya lebih berkesan, tapi tetap tertib dan aman,” pungkasnya.
Car free day malam tahun baru ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya tahun 2025 dan awal harapan baru di tahun 2026. Di tengah keterbatasan hiburan, masyarakat Jombang membuktikan bahwa perayaan tahun baru tetap dapat berlangsung meriah dengan mengedepankan kebersamaan, kesederhanaan, dan suasana yang kondusif.
Abin/Red



















