Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:28 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni

TRIBUNCHANNEL.COM-SURAKARTA — Gelaran Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) Jawa Tengah 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta pada Senin, 20 Juli 2026.

Acara yang dihelat pada 20-31 Juli itu, menampilkan ratusan karya seni multi disiplin. Di antaranya pentas seni pertunjukan dengan 61 penyaji seni lintas daerah, 24 group band, 100 karya seni lukis, 15 instalasi, dan tiga patung.

Selain itu juga menampilkan seni rakyat dan tradisional terdiri dari sepuluh kelompok seni lesung, lima kelompok reog, dan lima kelompok barongsai. Serta bazaar UMKM sebanyak 50 stan produk lokal kreatif. Ada juga wahana permainan rakyat yang menjadi daya tarik masyarakat untuk datang bersama keluarga mereka.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyatakan, acara ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke – 81. Gelaran ini juga untuk memberi kesempatan kepada para seniman untuk menampilkan karyanya.

“Harapannya bisa dilihat dan dinikmati masyarakat, sehingga muncul rasa cinta terhadap budaya. Karena kunci dari pelestarian adalah rasa cinta terhadap budaya itu sendiri,” ujar Sumarno saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, pada acara pembukaan Pasar Raya Jawa Tengah 2026, pada Senin malam, 20 Juli 2026.

Baca Juga :  Komisi B DPRD Jateng: Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

Ia mengatakan, sengaja memilih TBJT sebagai lokasi gelaran tersebut. Sebab, tempat itu dinilai sebagai rumah yang inklusif bagi seluruh seniman dan budayawan Jawa Tengah untuk berlatih dan berekspresi.

Ia juga berharap, keterlibatan masyarakat dapat memicu semangat bersama dalam menjaga seni tradisional agar tidak punah ditelan zaman.

“Kami berharap masyarakat bisa hadir di sini, menikmati kekayaan budaya dan seni yang dimiliki Jawa Tengah. Mari kita lestarikan bersama-sama,” pungkasnya.

Sumarno menegaskan, karya para seniman di momentum Pasar Raya ini ditampilkan secara lebih optimal dan terbuka bagi publik.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono, menambahkan, TBJT merupakan ruang hidup bagi kebudayaan dan ruang berekspresi bagi para seniman.

“Pasar Raya ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas pihak. Apabila ekosistem budaya tumbuh, dampaknya akan jauh lebih luas bagi ekonomi dan kearifan lokal,” ujar Hanung.

Baca Juga :  Hujan Lebat Tak Redam Semangat, Festival Budaya Tradisi Baratan Kalinyamatan 2026 Tetap Meriah

Kepala Sub Bagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Tengah, Marlia Yulianti Rosyidah menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dalam komitmennya memajukan kebudayaan melalui penyelenggaraan Pasar Raya 2026.

Marlia menambahkan, Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen memperkuat ekosistem kebudayaan di Jateng melalui revitalisasi ruang budaya, dana Indonesia Raya, dan Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FKP).

Pada kesempatan yang sama, Marlia juga menyampaikan kabar gembira terkait penetapan 38 Warisan Budaya Takbenda (WBTB) asal Jawa Tengah yang berhasil lolos pada tahapan penilaian tingkat nasional. Capaian ini diharapkan tidak berhenti pada penetapan status saja, melainkan terus dihidupkan, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi penerus demi kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi senada disampaikan warga Kota Surakarta, Rebecca Dian, yang mendatangi Pasar Raya 2026 bersama keluarganya. Dia memberikan apresiasi atas penyelenggaraan gelaran tersebut, karana wahananya sangat nyaman untuk pengunjung.

“Permainan anak-anaknya keren dan tempatnya bersih. Yang penting itu areanya bersih. Kalau buat anak-anak jadi nyaman,” tuturnya.

Agus/Red

Berita Terkait

RATUSAN WARGA PADATI GEBYAR HUT RI KE-81 di KECAMATAN ARJAWINANGUN
Putra Putri Kebudayaan Indonesia 2026: Deksa dan Shasi Jadi Harapan Jawa Timur
Crawling 2 Jadi Penanda Kebangkitan D.B.D Setelah Perjalanan Penuh Lika-Liku
Jojo Yanda Ajak Pendengar Bergoyang Lewat Lagu Terbaru “Goyang Yok”
Debut Bermusik, Shukri Basiron Lepas Singel Emosional “Masihkah”
Megan Litani Rilis Single Romantis “KISSES HILL” Tentang Cinta dan Kebersamaan
Harmoni Dua Generasi: Sydney Kaila Safia dan Gerhard Gere Persembahkan Karya Istimewa
Sophia Montecarlo Perkenalkan Single “Hatiku Bagai Di Sangkar Emas”, Angkat Kisah Cinta dan Perjuangan Batin

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:44 WIB

RATUSAN WARGA PADATI GEBYAR HUT RI KE-81 di KECAMATAN ARJAWINANGUN

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:28 WIB

Pasar Rakyat dan Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:01 WIB

Putra Putri Kebudayaan Indonesia 2026: Deksa dan Shasi Jadi Harapan Jawa Timur

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:58 WIB

Crawling 2 Jadi Penanda Kebangkitan D.B.D Setelah Perjalanan Penuh Lika-Liku

Minggu, 31 Mei 2026 - 02:45 WIB

Jojo Yanda Ajak Pendengar Bergoyang Lewat Lagu Terbaru “Goyang Yok”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:31 WIB

Debut Bermusik, Shukri Basiron Lepas Singel Emosional “Masihkah”

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:03 WIB

Megan Litani Rilis Single Romantis “KISSES HILL” Tentang Cinta dan Kebersamaan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:51 WIB

Harmoni Dua Generasi: Sydney Kaila Safia dan Gerhard Gere Persembahkan Karya Istimewa

Berita Terbaru