Pengurus Masjid Jawab Tudingan Banser Soal Syafiq Basalamah Radikal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Februari 2024 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana keributan yang terjadi di Masjid Assalam Purimas Surabaya

TRIBUNCHANNEL.COM – Surabaya – Pengurus Yayasan Masjid Assalam Purimas, Surabaya, buka suara soal tudingan radikal terhadap Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

 

Sebelumnya, kajian yang rencananya digelar di Surabaya, Kamis (22/2), tersebut ditolak oleh GP Ansor dan Banser Gunung Anyar Surabaya dengan alasan si penceramah terindikasi radikal.

 

Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Assalam, Ibnu Arly, menyerahkan penilaian soal radikalisme itu kepada masyarakat.

 

“Saya kira sekelas Ustaz Syafiq yang sudah lebih populer, mungkin masyarakat yang lebih tahu dan bisa menilai. Ustaz Syafiq itu apakah termasuk golongan itu [radikal] apa bukan,” kata Ibnu Arly ditemui di Masjid Assalam, Senin 26/2/2024.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Narkotika Golongan I, Polres Batang Tangkap Dua Pengedar Sabu

 

Menurutnya, umat muslim juga bisa menilai apakah tuduhan GP Ansor dan Banser yang menyebut Ustaz Syafiq sebagai penceramah radikal dan memiliki kaitan dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu benar atau tidak, “Jadi ya lebih baik kita serahkan kembali ke masyarakat Muslim,”ucapnya.

 

Lagi pula, kata Ibnu, masyarakat juga bisa dengan mudah melihat ceramah Ustaz Syafiq di kanal Youtube dan media sosial. Bila memang benar ada ucapan yang radikal, maka ia meminta hal itu untuk dibuktikan.

 

“Karena kan untuk melihat ceramah Ustaz Syafiq itu gampang sekali hari ini, bisa dilihat di Youtube, di media sosial. Kalau memang ada kalimat, kata-kata yang dimaksud ya silakan bisa di-share kan mudah sekarang ini kan,”ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Demak Pimpin Apel Pengamanan Malam Takbir

 

Diketahui, kajian di Masjid Assalam Purimas, Gunung Anyar, Surabaya, ditolak oleh GP Ansor dan Banser dengan tudingan terindikasi radikal, provokatif, berisi ujaran kebencian.

 

Sempat mediasi dua pihak dengan difasilitasi kepolisian, menurut versi Banser, diklaim tercapai kesepakatan untuk tak menggelar kajian.

 

Lantaran diklaim ada pelanggaran kesepakatan oleh pihak masjid, Banser mengirim anggota ke lokasi. Upaya pembubaran pun berujung penolakan dari para jemaah yang kadung hadir di lokasi. GP Ansor pun melaporkan jemaah dengan delik pemukulan

 

Redho/Red

Berita Terkait

Program RTLH Madiun Dipercepat, Perkim Fokus Rumah Layak dan Sanitasi
Oknum Mengaku “PSHT JJ” Geruduk Tempat Latihan di Saradan, Tim LHA Pusat Madiun Resmi Lapor Polisi
Dorong Literasi Data, BPS Tetapkan Tiga Desa Kebonsari Jadi Desa Cantik
Bapenda Kabupaten Madiun Hadir di Bahana Bersahaja, Dekatkan Layanan Perpajakan ke-Masyarakat
PDAM Kabupaten Madiun Raih Top Ceo BUMD Awards 2026
Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
Pemdes Betek Salurkan Bantuan Dari Bapanas Pada 335 KPM
Pimpin Apel Pagi, Wabup Madiun Tegaskan Kinerja dan Inovasi ASN
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:46 WIB

Program RTLH Madiun Dipercepat, Perkim Fokus Rumah Layak dan Sanitasi

Kamis, 16 April 2026 - 21:14 WIB

Oknum Mengaku “PSHT JJ” Geruduk Tempat Latihan di Saradan, Tim LHA Pusat Madiun Resmi Lapor Polisi

Kamis, 16 April 2026 - 20:54 WIB

Dorong Literasi Data, BPS Tetapkan Tiga Desa Kebonsari Jadi Desa Cantik

Rabu, 15 April 2026 - 17:45 WIB

Bapenda Kabupaten Madiun Hadir di Bahana Bersahaja, Dekatkan Layanan Perpajakan ke-Masyarakat

Rabu, 15 April 2026 - 16:35 WIB

PDAM Kabupaten Madiun Raih Top Ceo BUMD Awards 2026

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Selasa, 14 April 2026 - 14:54 WIB

Pemdes Betek Salurkan Bantuan Dari Bapanas Pada 335 KPM

Senin, 13 April 2026 - 14:30 WIB

Pimpin Apel Pagi, Wabup Madiun Tegaskan Kinerja dan Inovasi ASN

Berita Terbaru