Ribuan Umat Kevikepan Mbay Gelar Aksi Damai: Suara Lantang Flores Tolak Proyek Geotherma

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Juni 2025 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan umat Katolik dari Kevikepan Mbay memadati pelataran Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Nagekeo, Rabu (5/6/2025).

TRIBUNCHANNEL.COM – Nagekeo – Dalam semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ribuan umat Katolik dari Kevikepan Mbay memadati pelataran Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Nagekeo, Rabu (5/6), untuk menyuarakan satu seruan yang menggema kuat: tolak proyek Geothermal di tanah Flores.

 

Di bawah langit biru Nagekeo, suara-suara hati yang peduli akan kelestarian alam bersatu dalam aksi damai yang sarat makna. Dipimpin oleh Koordinator Lapangan Pater Marselinus Kabut, OFM, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan ziarah ekologis yang menggugah nurani—dengan orasi-orasi bernas dari para tokoh Gereja, termasuk Romo Vikep RD. Aster Lado dan Suster Erna.

 

Dalam pidatonya yang menggugah, Romo Vikep Aster Lado menyuarakan kepedihan sekaligus harapan umat atas tanah leluhur mereka yang terancam. Ia menyebut, pembangunan Geothermal bukanlah jalan bijak bagi Nagekeo maupun Flores, yang menyimpan kekayaan alam dan budaya tak ternilai.

Baca Juga :  Polres Kendal Gelar Aksi Tanam 1.000 Pohon di Desa Tunggulsari

“Pembangunan sejati adalah yang menghidupkan, bukan yang mematikan,” tegas Romo Vikep, penuh penekanan. “Kami tak menolak kemajuan, tapi menolak pengabaian terhadap kehidupan.”

 

Ia menyoroti berbagai risiko ekologis dari eksploitasi panas bumi—mulai dari pencemaran udara dan air, potensi bencana lingkungan, hingga retaknya harmoni di antara masyarakat adat. Ia pun menyayangkan minimnya keterlibatan publik dalam proses pengambilan keputusan atas proyek tersebut.

 

“Jangan gadaikan Flores. Cabut penetapan Pulau Flores sebagai wilayah energi panas bumi,” lanjutnya dengan suara bergetar. “Jika ini tetap dilanjutkan, kami—Gereja dan umat—akan berdiri di garda rakyat, menjaga bumi dan tanah air.”

Suster Erna, yang turut menyampaikan orasi dengan penuh empati, menyentuh sisi kemanusiaan dari krisis lingkungan yang terjadi. Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya urusan ekologis, melainkan juga tragedi moral dan sosial.

Baca Juga :  Pilkada Aman, Polsek Pageruyung Fokus Pencegahan Tawuran dan Miras

 

“Kita tak sedang berbicara tentang sampah atau air kotor semata. Kita sedang menyaksikan krisis kemanusiaan,” ujarnya. “Bumi menjerit, dan kita tak boleh menutup telinga.”

 

Ia menyebut data mencengangkan: lebih dari 60 ribu ton sampah dihasilkan Indonesia setiap harinya. Panggilannya sederhana namun dalam—mulailah dari kesadaran kecil, dari rumah dan hati masing-masing, untuk menjaga ciptaan.

 

Aksi damai ini berlangsung tertib, menyentuh, dan penuh semangat solidaritas ekologis. Spanduk, poster, dan simbol-simbol cinta bumi dibentangkan sebagai pesan tegas kepada para pemangku kebijakan: dengarkan suara rakyat, utamakan kelestarian lingkungan, dan hormati kehidupan.

 

Di tengah gegap gempita dunia yang semakin hiruk-pikuk oleh ambisi pembangunan, Flores hari itu menyampaikan suaranya. Suara yang tidak berteriak, tetapi mengalun kuat—menagih tanggung jawab moral, meminta keberanian dari pemimpin, dan mengingatkan kita semua bahwa bumi bukan warisan, melainkan titipan.

Red / Embu

Berita Terkait

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD
Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi
Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri
Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah
Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas
Ketua Mina Menganti II Desak Ketua Mina Menganti I Jangan Diam, Diminta Transparan Soal Bantuan Nelayan
Sasaran Tambahan Fisik Jembatan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0715/Kendal di Desa Gedong Memasuki Tahap Finishing, Warga Antusias Membantu Prajurit TNI

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35 WIB

Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:51 WIB

Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:20 WIB

Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:21 WIB

Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:42 WIB

Ketua Mina Menganti II Desak Ketua Mina Menganti I Jangan Diam, Diminta Transparan Soal Bantuan Nelayan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:03 WIB

Sasaran Tambahan Fisik Jembatan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0715/Kendal di Desa Gedong Memasuki Tahap Finishing, Warga Antusias Membantu Prajurit TNI

Berita Terbaru