Sekretaris Kecamatan Wungu Anggara Saputra berseragam Korpri saat membuka acara Peningkatan Kapasitas dan Pemberdayaan masyarakat desa dalam pengelolaan Sampah berbasis 3R
TRIBUNCHANNEL.COM-MADIUN–
Darurat sampah tidak lagi jadi momok di Desa Bantengan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Pemerintah desa bersama Kecamatan Wungu tancap gas menggelar Peningkatan Kapasitas dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Bantengan pada Selasa (03/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri puluhan ibu-ibu PKK, kader lingkungan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa ini berlangsung antusias. Tak hanya teori, warga diajarkan langsung cara memilah sampah dari rumah yang bisa diubah menjadi pundi-pundi rupiah melalui Bank Sampah.
Sekretaris Camat (Sekcam) Wungu Anggara Saputra dalam sambutannya menegaskan, persoalan sampah adalah persoalan perilaku yang harus diubah dari tingkat rumah tangga.
“Persoalan sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kuncinya ada di rumah masing-masing. Kalau ibu-ibu sudah bisa memilah mana organik, anorganik, dan residu, maka 70 persen masalah sampah di Wungu selesai. Kami dari Kecamatan Wungu sangat mendukung Desa Bantengan menjadi percontohan desa mandiri sampah,” tegas Sekcam Wungu di hadapan peserta.
Senada, Direktur Bank Sampah Induk Kabupaten Madiun Siyam Sumartini yang hadir sebagai narasumber utama membongkar rahasia mengubah sampah menjadi tabungan.
Menurutnya, selama ini banyak warga yang belum tahu bahwa sampah plastik, kardus, hingga minyak jelantah memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola melalui Bank Sampah.
“Jangan dibakar, jangan dibuang ke sungai. Sampah itu kalau dipilah bisa jadi emas. Botol plastik, kertas, besi, itu semua bisa ditabung di Bank Sampah Unit Desa, lalu saldonya bisa diambil dalam bentuk uang. Di Kabupaten Madiun, Bank Sampah Induk siap menampung dan membeli sampah terpilah dari desa-desa. Desa Bantengan ini potensinya luar biasa,” ungkap Direktur Bank Sampah Induk Kabupaten Madiun.
Ia menambahkan, dengan sistem 3R, Desa Bantengan tidak hanya akan bersih, tapi juga bisa menciptakan ekonomi sirkular. Sampah organik bisa jadi kompos dan maggot, sampah anorganik jadi tabungan.
Kades Bantengan Hartanto berharap, setelah pelatihan ini akan segera dibentuk Bank Sampah Unit Desa Bantengan agar gerakan pilah sampah dari rumah benar-benar berjalan masif.
Kegiatan ini sejalan dengan program Kabupaten Madiun Bersih dan program Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Juned/Red



















