Dugaan Penipuan Rekrutmen Kerja oleh Oknum Guru di Bandar Lampung, Korban Rugi Puluhan Juta.
TRIBUNCHANNEL.COM.-Bandar Lampung —Seorang oknum guru berinisial T.W. yang diduga mengajar di salah satu SMK BLK di Bandar Lampung dilaporkan terlibat dalam kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan di sebuah bank. Korban, Ayu Pangerti, warga Abung Selatan, Lampung Utara, mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Kasus ini bermula dari janji pelaku yang menyatakan dapat membantu korban memperoleh pekerjaan di salah satu bank di Bandar Lampung. Untuk memuluskan proses tersebut, korban diminta menyerahkan sejumlah uang sebagai syarat administrasi dan “uang pelicin”.
Korban diketahui bernama Ayu Pangerti, sementara terduga pelaku adalah seorang guru berinisial T.W. yang disebut-sebut mengajar di SMK BLK di wilayah Bandar Lampung.
Menurut pengakuan korban, penyerahan uang pertama dilakukan pada Juli 2025. Hingga batas waktu yang dijanjikan, korban tidak kunjung menerima panggilan kerja. Pernyataan korban disampaikan kepada media pada Senin, 13 April 2026.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Bandar Lampung, dengan korban berasal dari Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara.
Korban mengaku tergiur dengan janji pekerjaan tetap di sektor perbankan. Pelaku diduga memanfaatkan kepercayaan korban dengan meminta uang sebesar Rp20 juta. Dari jumlah tersebut, korban telah menyerahkan Rp10 juta sebagai uang muka (panjar).
Awalnya, pelaku meyakinkan korban bahwa dirinya memiliki koneksi untuk membantu proses penerimaan kerja di bank. Setelah menerima uang panjar Rp10 juta pada Juli 2025, pelaku menjanjikan bahwa korban akan segera dipanggil bekerja. Namun hingga waktu yang dijanjikan berlalu, tidak ada realisasi.
Korban kemudian meminta uangnya dikembalikan. Pelaku diketahui telah mengembalikan sebagian dana dengan cara dicicil, namun hingga kini masih terdapat sisa uang yang belum dilunasi. Setiap kali ditagih, pelaku disebut hanya memberikan janji tanpa kepastian.
“Memang sudah ada sebagian uang yang dikembalikan, tapi sisanya masih belum. Setiap ditanya selalu hanya dijanjikan saja,” ujar Ayu kepada media
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang meminta imbalan sejumlah uang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terduga pelaku maupun institusi terkait.
Darwis/red



















