Permainan Tradisional Dakon Latih Kognitif Anak Usia Dini di KB Wijaya Kusuma

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permainan Tradisional Dakon Latih Kognitif Anak Usia Dini di KB Wijaya Kusuma

 

TRIBUNCHANNEL. COM-Jepara – Ada yang berbeda pada kegiatan belajar di KB Wijaya Kusuma, Senin (20/4/2026). Anak-anak tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dikemas melalui permainan tradisional dakon. Kegiatan ini diikuti oleh 12 siswa dari kelas Matahari.

Di tengah pesatnya perkembangan era digital, anak-anak kini lebih akrab dengan gawai dibandingkan permainan fisik. Padahal, permainan tradisional seperti dakon—atau yang juga dikenal sebagai congklak—menyimpan banyak manfaat edukatif, khususnya dalam melatih kemampuan kognitif anak usia dini.

Dakon merupakan permainan papan yang dimainkan oleh dua orang menggunakan biji-bijian atau kerang kecil. Tujuannya adalah mengumpulkan sebanyak mungkin biji ke dalam “lumbung”. Meski terlihat sederhana, permainan ini menuntut strategi, konsentrasi, serta kemampuan berhitung.

Baca Juga :  Garnita Malahayati NasDem Jepara Bagikan 1.000 Takjil, Dan Buka Puasa Bersama

Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan di KB Wijaya Kusuma, permainan dakon terbukti efektif dalam mengasah berbagai aspek perkembangan kognitif anak. Saat memindahkan biji satu per satu ke dalam lubang, anak secara tidak langsung belajar mengenal angka, urutan, serta konsep banyak dan sedikit. Aktivitas ini menjadi sarana belajar numerasi yang menyenangkan.

Selain itu, anak juga dilatih untuk berpikir ke depan. Mereka mulai mempertimbangkan langkah yang diambil, seperti menentukan lubang mana yang harus dipilih agar permainan dapat berlanjut. Proses ini melatih kemampuan problem solving atau pemecahan masalah sejak dini.

Baca Juga :  Halal Bihalal MATRA Jepara di Bandengan: Kembali ke Jati Diri, Bangkitkan Solidaritas Nusantara

Tak hanya aspek kognitif, permainan dakon juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Interaksi yang terjadi selama bermain membantu anak belajar bergiliran, bersabar, serta menghargai teman.

Melalui kegiatan sederhana ini, KB Wijaya Kusuma menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu bergantung pada teknologi. Permainan tradisional justru dapat menjadi media efektif untuk menstimulasi tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

ratuandayani/Red

Berita Terkait

Pengembangan APE “Kartu Hujan” Untuk Mengenalkan Konsep Bilangan Pada Anak Usia 4–5 Tahun
Jepara Geger! Pohon Pinggir Jalan di Sulap Jadi “Mesin Uang” Desa
Hari Kartini 2026: Kemenbud dan Jepara Gelar Talkshow Perempuan Menginspirasi di Musium Kartini
Heboh & Inspiratif! Kartini Muda MTsN 2 Jepara Bersinar—Dari Upacara Hingga Lomba, Emansipasi Jadi Nyata
Perkuat Sanad : Tradisi Ziarah Pasca-Syawal di Yayasan Al Hikmah Mulyoharjo
Siswa KB Anak Cerdas MNU Salurkan Zakat Fitrah Kepada Dhuafa di Lingkungan Sekitar
Manganan Punden Mbah Shima Kecapi, Tradisi Leluhur Yang Satukan Doa, Budaya, dan Kebersamaan
Halal Bihalal MATRA Jepara di Bandengan: Kembali ke Jati Diri, Bangkitkan Solidaritas Nusantara

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:24 WIB

Pengembangan APE “Kartu Hujan” Untuk Mengenalkan Konsep Bilangan Pada Anak Usia 4–5 Tahun

Kamis, 23 April 2026 - 09:13 WIB

Jepara Geger! Pohon Pinggir Jalan di Sulap Jadi “Mesin Uang” Desa

Rabu, 22 April 2026 - 23:01 WIB

Permainan Tradisional Dakon Latih Kognitif Anak Usia Dini di KB Wijaya Kusuma

Selasa, 21 April 2026 - 20:47 WIB

Hari Kartini 2026: Kemenbud dan Jepara Gelar Talkshow Perempuan Menginspirasi di Musium Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 18:47 WIB

Heboh & Inspiratif! Kartini Muda MTsN 2 Jepara Bersinar—Dari Upacara Hingga Lomba, Emansipasi Jadi Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 13:44 WIB

Perkuat Sanad : Tradisi Ziarah Pasca-Syawal di Yayasan Al Hikmah Mulyoharjo

Senin, 20 April 2026 - 21:04 WIB

Siswa KB Anak Cerdas MNU Salurkan Zakat Fitrah Kepada Dhuafa di Lingkungan Sekitar

Senin, 20 April 2026 - 05:56 WIB

Manganan Punden Mbah Shima Kecapi, Tradisi Leluhur Yang Satukan Doa, Budaya, dan Kebersamaan

Berita Terbaru