Permainan Tradisional Dakon Latih Kognitif Anak Usia Dini di KB Wijaya Kusuma
TRIBUNCHANNEL. COM-Jepara – Ada yang berbeda pada kegiatan belajar di KB Wijaya Kusuma, Senin (20/4/2026). Anak-anak tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dikemas melalui permainan tradisional dakon. Kegiatan ini diikuti oleh 12 siswa dari kelas Matahari.
Di tengah pesatnya perkembangan era digital, anak-anak kini lebih akrab dengan gawai dibandingkan permainan fisik. Padahal, permainan tradisional seperti dakon—atau yang juga dikenal sebagai congklak—menyimpan banyak manfaat edukatif, khususnya dalam melatih kemampuan kognitif anak usia dini.
Dakon merupakan permainan papan yang dimainkan oleh dua orang menggunakan biji-bijian atau kerang kecil. Tujuannya adalah mengumpulkan sebanyak mungkin biji ke dalam “lumbung”. Meski terlihat sederhana, permainan ini menuntut strategi, konsentrasi, serta kemampuan berhitung.
Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan di KB Wijaya Kusuma, permainan dakon terbukti efektif dalam mengasah berbagai aspek perkembangan kognitif anak. Saat memindahkan biji satu per satu ke dalam lubang, anak secara tidak langsung belajar mengenal angka, urutan, serta konsep banyak dan sedikit. Aktivitas ini menjadi sarana belajar numerasi yang menyenangkan.
Selain itu, anak juga dilatih untuk berpikir ke depan. Mereka mulai mempertimbangkan langkah yang diambil, seperti menentukan lubang mana yang harus dipilih agar permainan dapat berlanjut. Proses ini melatih kemampuan problem solving atau pemecahan masalah sejak dini.
Tak hanya aspek kognitif, permainan dakon juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Interaksi yang terjadi selama bermain membantu anak belajar bergiliran, bersabar, serta menghargai teman.
Melalui kegiatan sederhana ini, KB Wijaya Kusuma menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu bergantung pada teknologi. Permainan tradisional justru dapat menjadi media efektif untuk menstimulasi tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
ratuandayani/Red



















