Pengasuh pondok pesantren di Jombang kompak dukung Muktamar digelar Agustus 2026.
TRIBUNCHANNEL.COM-JOMBANG-4 Mei 2026 – Gelombang dukungan pelaksanaan Muktamar pada Agustus 2026 menguat dari kalangan pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sejumlah pengasuh pondok pesantren besar kompak menyuarakan harapan agar forum tertinggi organisasi digelar bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan.
Aspirasi tersebut mencuat dalam rangkaian pertemuan dan komunikasi antar tokoh pesantren. Para kiai dan gus menilai Agustus memiliki nilai strategis, baik dari sisi kesiapan organisasi maupun momentum kebangsaan yang sarat makna.
Sejumlah tokoh yang menyampaikan dukungan di antaranya Gus Amang, Gus Wafi, Gus Rozaq, KH Hasan, Gus Saiful (Gus Menteri), Gus Awiz, Gus Bang, Gus Latif Malik, serta KH Fahmi. Mereka sepakat, penentuan waktu Muktamar bukan sekadar teknis, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah organisasi dan kesinambungan perjuangan ulama.
“Pelaksanaan di bulan Agustus diharapkan memberi kepastian arah organisasi sekaligus menghadirkan semangat baru bagi pergerakan ke depan,” ujar salah satu perwakilan tokoh.
Sebagai daerah dengan tradisi pesantren kuat, Jombang dinilai memiliki posisi penting dalam dinamika pemikiran organisasi. Suara para kiai dari “kota santri” itu disebut memiliki bobot moral dan historis dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Dorongan ini juga dilandasi komitmen menjaga nilai-nilai ke-NU-an seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil). Para tokoh berharap Muktamar tak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga memperkuat komitmen menjaga keutuhan NKRI.
Momentum Agustus dinilai selaras dengan semangat perjuangan para pendiri bangsa. Karena itu, Muktamar diharapkan menjadi refleksi sejarah sekaligus penguat peran organisasi dalam mengabdi kepada umat dan negara.
Meski demikian, keputusan akhir jadwal Muktamar tetap berada di tangan pengurus pusat. Aspirasi dari daerah, termasuk Jombang, diyakini akan menjadi pertimbangan dalam musyawarah.
Para kiai pun mengajak seluruh elemen organisasi tetap menjaga kondusivitas, memperkuat ukhuwah, serta mengedepankan musyawarah demi menghasilkan keputusan terbaik bagi umat dan bangsa.
Abin/Red



















