Pengamat Hukum dan Sosial masyarakat Sulawesi Utara Efraim Lengkong
TRIBUNCHANNEL.COM-SULUT- Belakangan ini publik dihebohkan dengan video yang diunggah Amien Rais di kanal YouTube-nya terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pun angkat bicara, menyebut video tersebut mengandung unsur pembunuhan karakter dan fitnah. Menurutnya, penyebaran video dengan narasi yang menyerang pribadi Presiden RI tersebut berpotensi memuat ujaran kebencian dan dapat memecah belah bangsa.
Merespons kegaduhan ini, Pengamat Hukum dan Sosial masyarakat Sulawesi Utara, Efraim Lengkong (Om Ever 70), menilai bahwa tindakan tersebut merupakan sifat dan kebiasaan buruk yang sudah terbentuk selama puluhan tahun. Menurutnya, karakter ini sudah mendarah daging sehingga sangat sulit dihilangkan meski kini sudah memasuki usia senja.
“Manusia apabila tidak bisa mengendalikan diri di hari tua akan kehilangan kendali. Saat lanjut usia merasa kehilangan kemandirian, kendali atas hidup, atau keterbatasan fisik, kemarahan sering kali muncul sebagai mekanisme pertahanan diri,” ujar Lengkong.
Hal ini, lanjutnya, lebih sering terjadi pada orang-orang yang dulunya memiliki jabatan tinggi dan sangat dihormati. Ia mencontohkan perilaku beberapa mantan pejabat yang kini getol mengkritik dan berusaha menjatuhkan pemerintahan saat ini.
“Mereka lupa bahwa dulunya mereka sudah ‘kenyang’ bahkan ‘gendut’ dari fasilitas negara, serta menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Namun, saat Presiden Prabowo Subianto memangkas sumber pendapatan mereka demi kepentingan bangsa, mereka malah berteriak dengan kata-kata yang mengandung hate speech,” tuturnya.
Lengkong menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan untuk memengaruhi cara pandang masyarakat. “Tapi saya yakin rakyat Indonesia sudah pintar dan tidak akan terpengaruh oleh orang-orang yang membenci kesejukan,” pungkasnya.
Stefanus/Red



















