BPM Kembali Kepung Tiga Kantor PLN, Desak Pertanggungjawaban Atas Krisis Pemadaman Listrik di Kalimantan Barat
TRIBUNCHANNEL.COM- Pontianak – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat kembali menggelar aksi demonstrasi di tiga kantor PT PLN (Persero) sebagai bentuk protes atas masih berulangnya pemadaman listrik di berbagai wilayah Kalimantan Barat yang dinilai telah merugikan masyarakat dan dunia usaha.
Aksi yang berlangsung pada Rabu tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPP BPM Kalimantan Barat, Gusti Edi, didampingi Ketua DPD BPM Kota Pontianak, Agus Chanigia, serta Ketua DPD BPM Kabupaten Kubu Raya, Sy. Ahmad Yani. Ratusan massa secara bergantian mendatangi tiga unit kerja PLN, yakni PLN UP2D Kalimantan Barat di Jalan Ismail Marzuki, PLN UP3B di Jalan Karya Baru, serta Kantor PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat.
Dalam orasinya, Gusti Edi menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus perjuangan menyuarakan keresahan masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir terus menghadapi pemadaman listrik bergilir maupun gangguan pasokan listrik yang terjadi berulang kali.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak lagi dapat dianggap sebagai gangguan teknis biasa karena telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, dunia pendidikan, pelayanan publik, hingga sektor perekonomian.

“Sudah terlalu lama masyarakat Kalimantan Barat menjadi korban pemadaman listrik. Aktivitas rumah tangga terganggu, pelaku UMKM mengalami kerugian, pelayanan publik terhambat, bahkan peralatan elektronik masyarakat banyak yang berisiko mengalami kerusakan. PLN harus hadir memberikan solusi nyata, bukan hanya menyampaikan alasan yang berulang,” tegas Gusti Edi di hadapan peserta aksi.
Ia menegaskan bahwa masyarakat merupakan konsumen yang telah memenuhi kewajibannya dengan membayar tagihan listrik setiap bulan. Karena itu, masyarakat berhak memperoleh pelayanan kelistrikan yang andal, stabil, dan berkualitas sebagaimana hak konsumen yang dijamin dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain mendesak penghentian pemadaman listrik yang berulang, BPM juga meminta manajemen PLN menyampaikan secara terbuka penyebab utama terjadinya gangguan, langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan, serta target penyelesaian yang jelas sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Ketua DPD BPM Kota Pontianak, Agus Chanigia, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat yang mengaku dirugikan akibat padamnya aliran listrik hampir setiap hari di sejumlah wilayah.
Menurutnya, pelaku usaha kecil menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak karena aktivitas produksi maupun pelayanan kepada konsumen harus terhenti ketika listrik padam.
“Keluhan masyarakat terus berdatangan kepada kami. Banyak usaha kecil kehilangan pendapatan, makanan dan minuman rusak karena pendingin mati, sementara masyarakat juga harus menanggung risiko kerusakan peralatan elektronik. Kondisi seperti ini tidak boleh terus berlangsung tanpa adanya solusi yang jelas dari PLN,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD BPM Kabupaten Kubu Raya, Sy. Ahmad Yani, meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di Kalimantan Barat, termasuk kondisi jaringan distribusi, gardu induk, hingga kesiapan pembangkit listrik agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Kami ingin melihat komitmen nyata PLN untuk meningkatkan keandalan jaringan listrik, mempercepat perbaikan infrastruktur, serta memberikan pelayanan yang profesional dan bertanggung jawab kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat,” katanya.
Dalam aksi tersebut, BPM menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen PLN, di antaranya menghentikan pemadaman listrik yang berulang, mempercepat pembenahan infrastruktur kelistrikan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, memberikan informasi yang transparan mengenai penyebab setiap gangguan listrik, serta memberikan pertanggungjawaban terhadap kerugian konsumen sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, BPM juga meminta agar jajaran pimpinan PLN bersedia menemui massa aksi secara langsung di ruang terbuka sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat serta membuka ruang dialog bersama berbagai elemen daerah guna mencari solusi konkret atas persoalan kelistrikan di Kalimantan Barat.
Aksi demonstrasi berlangsung dalam suasana tertib dan damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Setelah menyampaikan orasi di ketiga kantor PLN, perwakilan BPM menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak PLN sebagai bentuk tuntutan resmi organisasi.
Di akhir aksi, BPM menegaskan akan terus mengawal persoalan pemadaman listrik hingga terdapat langkah konkret dari PLN. Organisasi tersebut juga menyatakan tidak menutup kemungkinan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan masyarakat tidak segera direspons dan kondisi pemadaman listrik masih terus terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Andi A/Red



















