Putri Sari justru menjadi sosok inspiratif yang sukses menorehkan segudang prestasi, asal Kabupaten Maringin, Jambi.
TRIBUNCHANNEL.COM –Pekalongan Jateng, Berangkat sebagai mahasiswi perantauan dengan segala keterbatasan, Raeni Putri Sari justru menjelma menjadi sosok inspiratif yang sukses menorehkan segudang prestasi. Dara cantik asal Kabupaten Maringin, Jambi, yang akrab disapa Putri ini kini duduk di bangku semester akhir program D3 Akuntansi PSDKU Pekalongan Universitas Diponegoro.
Awal perkuliahan Putri tidak terlalu menonjol. Namun, memasuki semester lima hingga menjelang wisuda, bintangnya mulai bersinar terang. Titik balik itu bermula saat ia menjalani program magang di Kantor Akuntan Publik (KAP) Kumalahadi, Sugeng Pamudji & Rekan. Di sinilah semangatnya dalam dunia akuntansi mulai tumbuh, membuka jalan bagi segudang prestasi.
“Awalnya saya hanya kuliah seperti biasa, menekuni ilmu. Tapi saat magang, saya banyak belajar soal dunia kerja. Dari situ, saya mulai memotivasi diri sendiri untuk lebih serius dan membangun masa depan sebagai akuntan muda,” ungkap Putri saat diwawancarai pada Minggu (27/7/2025).
Hasilnya pun tak main-main. Putri berhasil memperoleh delapan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari berbagai karya inovatifnya. Tak hanya itu, Tugas Akhir (TA) yang ia susun berhasil menembus jurnal ilmiah nasional peringkat tiga. Ini semua tentu tak lepas dari dukungan para dosen dan rekan-rekan profesional di sekitarnya.
Pihak kampus pun memberikan apresiasi tinggi atas pencapaiannya. Kepala Program Studi D3 Akuntansi Kampus Pekalongan Universitas Diponegoro, M. Wildan Sholih, menyampaikan rasa bangganya.
“Kami dari program studi sangat bangga terhadap prestasi Putri. Ini selaras dengan visi dan misi universitas, serta membawa nama baik program studi D3 Akuntansi PSDKU Pekalongan,” ujarnya.
Namun, prestasi Putri tak berhenti di bidang akademik. Di balik ketekunannya belajar, ia juga merupakan seorang atlet taekwondo berprestasi. Sejak duduk di bangku sekolah, Putri sudah aktif mengikuti berbagai kejuaraan, baik di tingkat provinsi maupun antar kabupaten. Ia bahkan pernah meraih medali emas dalam kategori poomsae di ajang kejuaraan antar provinsi.
Tak hanya fokus pada satu cabang, Putri juga turun di dua kategori sekaligus: kyorugi (tarung) dan poomsae (jurus). Kemampuannya dalam menyeimbangkan akademik dan olahraga menjadikannya sosok yang disiplin dan tangguh.
“Saya memang sudah lama menekuni taekwondo, terutama di bidang poomsae. Latihan dan disiplin sejak kecil membuat saya terbiasa membagi waktu antara akademik dan olahraga,” kenangnya.
Di mata teman-temannya, Putri dikenal sebagai pribadi yang aktif namun kalem. Sahabat dekatnya, Indira Maharani, menyebut Putri sebagai sosok pemikir dan pengamat yang mampu mengendalikan emosi dengan baik.
“Putri itu aktif, tapi pendiam. Dia lebih suka mengamati sebelum bertindak. Kalau menghadapi situasi emosional, dia tetap tenang dan fokus pada tujuan,” tutur Indira.
Perjalanan Putri membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dari kampung halaman di Jambi hingga ke panggung jurnal nasional dan gelanggang taekwondo, Putri telah menjadi contoh nyata bahwa tekad dan kerja keras mampu membuka jalan kesuksesan.
Red/Slamet



















