Pemerhati Pariwisata Sulut Refindo Tawaris
TRIBUNCHANNEL.COM –Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara baru-baru ini mengumumkan rencana pembukaan jalur penerbangan internasional dari Incheon, Korea Selatan ke Manado, Indonesia. Kepala Dinas Pariwisata Sulut, dr. Kartika Devi Tanos, menyampaikan wacana ini dengan penuh optimisme, menyebutnya sebagai peluang besar untuk mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Sabtu 04/10/2025
Namun, wacana ini tak luput dari sorotan kritis. Refindo Tawaris, pemerhati pariwisata yang dikenal dengan julukan Indo Nyoa, menyebut rencana tersebut belum matang dan berpotensi menjadi “angin surga” belaka.
“Pernyataan itu terlalu dini. Program seperti ini harus jelas dulu peta jalannya sebelum ‘gunting pita’. Jangan sampai cuma jadi proyek pencitraan tanpa dampak nyata,” ujar Refindo.
Salah satu kekhawatiran utama yang dilontarkannya adalah soal bahasa dan kesiapan SDM pemandu wisata. Menurutnya, pengalaman masa lalu dengan turis asal Tiongkok harus menjadi pelajaran berharga. Saat itu, banyak pemandu wisata justru didatangkan dari luar Sulawesi Utara, sehingga manfaat ekonomi tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal.
“Kalau turis Korea datang, siapa yang jadi tour guide? Mereka akan pakai bahasa apa? Ini bukan soal sepele. Bahasa adalah kunci komunikasi dan pengalaman wisata yang baik,” tegasnya.
Refindo juga menyoroti soal distribusi manfaat ekonomi. Ia menilai program semacam ini hanya akan menguntungkan segelintir pelaku usaha besar, seperti hotel dan restoran, sementara pelaku pariwisata level menengah ke bawah tetap tertinggal.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung kegagalan program serupa sebelumnya, seperti penerbangan Manado–Toraja yang hanya bertahan seumur jagung.
“Program sebelumnya itu bubar jalan. Harusnya jadi bahan evaluasi. Libatkan pelaku pariwisata yang benar-benar kompeten, bukan sekadar demi seremonial,” tandasnya.
Refindo berharap pemerintah daerah serius membenahi kompetensi SDM lokal, terutama para pemandu wisata, karena mereka adalah ujung tombak sektor pariwisata.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pariwisata, dr. Kartika Devi Tanos, masih terus dilakukan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.
SS/Red



















