Kepala Desa (Petinggi) Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Sukambali, S.M., S.H., M.H., berhasil membawa rencana pembangunan jembatan penghubung Desa Kecapi–Bulungan.
TRIBUNCHANNEL.COM-JEPARA-15 April 2026 – Di tengah keterbatasan anggaran desa yang terpangkas drastis, Kepala Desa (Petinggi) Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Sukambali, S.M., S.H., M.H., justru menunjukkan kepemimpinan luar biasa. Berangkat dari sebuah gagasan besar, ia kini berhasil membawa rencana pembangunan jembatan penghubung Desa Kecapi–Bulungan menuju tahap konkret dan siap direalisasikan.
Langkah visioner kembali ditunjukkan oleh Sukambali, Kepala Desa Kecapi, yang menjadi motor penggerak lahirnya rencana pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kecapi (Kecamatan Tahunan) dan Desa Bulungan (Kecamatan Pakis Aji).
Jembatan yang akan dibangun di Dukuh Ngesong RT 23 RW 04 ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas kebutuhan lama masyarakat akan akses penghubung antar desa yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Perjuangan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Di tengah kebijakan pemangkasan dana desa yang cukup besar, dari hampir Rp2 miliar menjadi sekitar Rp370 juta akibat pengalihan untuk program ketahanan pangan, penguatan BUMDes, dan pembangunan KDMP, Sukambali tidak tinggal diam.
Alih-alih menyerah, ia justru mengambil langkah berani dengan membangun relasi, melakukan lobi hingga tingkat kabupaten, provinsi, Kementrian demi memperjuangkan kebutuhan warganya.
Hasilnya, rencana pembangunan jembatan kini telah memasuki tahap penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan estimasi total anggaran mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Pendanaan direncanakan bersumber dari aspirasi provinsi (Banprop) yang saat ini sedang dalam proses pengajuan dan percepatan administrasi.
Dukungan Lintas Desa dan Tokoh Penting
Upaya Sukambali tidak berjalan sendiri. Ia berhasil membangun sinergi lintas desa dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk:
Kontribusi dana awal perencanaan Rp. 400 juta dari Andang Wahyu Triyanto, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Agus Sutisna yang turut mensupport penuh rencana tersebut
Tak hanya itu, kedua desa juga menunjukkan komitmen nyata. Desa Kecapi dan Desa Bulungan telah bersepakat dan berkontribusi dalam tahap awal, termasuk dalam proses pembebasan lahan yang tidak mudah.
Meski sempat menghadapi kendala karena pemilik lahan berasal dari kalangan ekonomi mapan, namun berkat pendekatan persuasif dan semangat gotong royong, lahan akhirnya dapat dibebaskan demi kepentingan bersama.
Rapat Teknis: Perencanaan Semakin Matang
Pembahasan teknis pembangunan jembatan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 14 April 2026
Waktu: Pukul 09.00 WIB
Lokasi: Dukuh Ngesong RT 23 RW 04
Rapat dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain Sukambali selaku Petinggi Kecapi, Petinggi Bulungan Biono, konsultan DPUPR Karnoto, tokoh masyarakat Amin Basori, serta seluruh perangkat desa Kecapi.
Dalam perencanaan, jembatan akan memiliki spesifikasi:
Panjang: 12 meter
Lebar: 5–6 meter (menyesuaikan kondisi jalan dan sungai)
Saat ini, proyek masih dalam tahap penyusunan RAB sebagai syarat pencairan anggaran, dengan target pelaksanaan pada tahun ini setelah dana tersedia.
Manfaat Besar bagi Masyarakat
Kepala Desa Bulungan, Biono, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini akan memberikan dampak besar bagi masyarakat kedua desa.
“Jembatan ini sangat penting untuk memperlancar akses komunikasi dan ekonomi antara Desa Bulungan dan Kecapi. Harapannya pembangunan berjalan sesuai spesifikasi agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara itu, konsultan Karnoto menjelaskan bahwa desain jembatan telah disesuaikan dengan kondisi sungai dan akses jalan agar aman, kuat, dan berfungsi optimal.
Simbol Kepemimpinan Visioner dan Gotong Royong
Apa yang dilakukan Sukambali menjadi contoh nyata bagaimana seorang pemimpin desa mampu berpikir jauh ke depan dan bertindak nyata di tengah keterbatasan.
Ia tidak hanya menggagas ide, tetapi juga mengawal proses dari perencanaan, pembebasan lahan, hingga perjuangan mencari sumber pendanaan.
Jembatan Kecapi–Bulungan kini bukan sekadar rencana, melainkan simbol dari:
Kepemimpinan yang visioner
Semangat gotong royong masyarakat
Kolaborasi lintas desa dan pemerintah.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan jembatan ini akan segera terealisasi dan menjadi tonggak penting dalam membuka konektivitas antar wilayah di Kabupaten Jepara.
Masyarakat kini menaruh harapan besar, bahwa dari sebuah gagasan yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, akan lahir manfaat nyata bagi generasi hari ini dan masa depan.
Sukambali telah membuktikan, bahwa pemimpin besar bukan hanya pandai berencana, tetapi berani mewujudkan.
Petrus/Red



















