Seorang Mahasiswa UPI Bandung Jadi Korban Penusukan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Universitas UPI Bandung jadi sasaran korban penusukan saat kericuhan di kawasan jalan diponegoro Kota Bandung,

TRIBUNCHANNEL.COM – Bandung – Insiden Demonstrasi aksi ricuh di Bandung seorang Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI) Bandung jadi sasaran korban penusukan pada saat kericuhan yang terjadi di kawasan jalan diponegoro Kota Bandung, Sabtu (30/08/2025).

 

Mahasiswa korban penusukan masih beruntung nyawanya  dapat diselamatkan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung oleh orang tak dikenal.Saat ini korban penusukan masih dalam penanganan Intensif oleh pihak RSHS Bandung.

 

 Diketahui Mahasiswa korban penusukan bernama Ilham Renal,  Mahasiswa UPI Bandung jurusan Ekonomi angkatan 2019 UPI.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) REMA UPI Bandung menyerukan dalam Press Release nya,

 

“Ilham renal, seorang pengemudi shopeefood yang juga seorang Mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2019 UPI,  menjadi korban kekerasan dan penusukan, peristiwa ini terjadi  saat Ia berada disekitar lokasi demonstrasi dan berinisiatif ingin melerai pengeroyokan yang Ia lihat.

 

Menurut kesaksian, Ilham yang saat itu tidak ikut serta dalam aksi, berada di belakang titik massa dan melihat seseorang dikeroyok oleh sekelompok orang.

Baca Juga :  Sanggar Bapontar Berduka Atas Berpulangnya Tuama Jussac Rumambi ‎

 

Ia berteriak meminta agar pengeroyokan dihentikan, namun tindakannya tersebut justru membuat Ia ikut menjadi korban kekerasan.

Meskipun sudah mengenakan helm dan tas, Ilham dipukuli hingga helmnya lepas dan kepalanya dipukuli. Ilham sempat memohon dan menjelaskan bahwa Ia tidak terlibat dalam aksi, namun Ia justru  mendapat ancaman akan diculik.

 

Untungnya, seorang yang tidak dikenal membantunya melarikan diri dan membawanya ke ambulans.

Ilham menyadari dirinya berdarah, tetapi tidak menyangka bahwa Ia telah ditusuk karena yang Ia rasakan hanya pegal.Setelah mendapat pertolongan pertama di UNPAS, Ia kemudian dibawa ke Unisba, hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, karena mengalami sesak napas.

 

Di RSHS, tim medis menemukan  adanya luka tusuk dan memberitahukan bahwa paru-paru sebelah kirinya tidak berfungsi dengan baik. Ilham segera di operasi dan saat ini sedang dalam masa pemulihan.

 

Kami mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku. Solidiritas dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar Ilham dapat segera pulih.

 

Dalam keterangan Press Release, lebihlanjut dikatakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) REMA UPI Bandung.

Baca Juga :  4 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Ops Pekat Polres Kendal

 

” BEM REMA UPI  BANDUNG  TUNTUT PEMBEBASAN MAHASISWA YANG DITAHAN DI POLDA JABAR,”.

 

BEM REMA UPI mendesak Kepolisian Daerah ( POLDA ) Jawa Barat untuk segera membebaskan Alvyn Navid Akbar, seorang Mahasiswa yang ditahan sejak dini hari ini, Alvyn ditangkap saat dalam perjalanan membeli makanan dan saat ini berada di Polda Jawa Barat.

 

Pada Jum’at, 29 agustus 2025 malam, Alvyn,  yang sebelumnya mengikuti aksi demonstrasi, diberhentikan oleh Polisi saat hendak membeli Cuanky.

 

Berdasarkan kronologi yang didapat, Alvyn salah mengambil jalan dan mengarah ke Gedung Sate, yang kemudian menjadi alasan penahanannya.

Pada pukul 04.30 Wib, Alvyn diketahui telah berada di Polda Jawa Barat.

 

Dengan demikian, kami BEM REMA UPI Bandung menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya sivitas akademika, untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.BEM REMA UPI akan terus memantau  perkembangan dan melakukan langkah-langkah advokasi yang diperlukan untuk memastikan keadilan bagi Alvyn Navid Akbar”   ungkap BEM REMA UPI Bandung dalam keterangan Press Release nya.

 

Sementara Mahasiswa/i UPI  FPOK Bandung  juga turut serta menyuarakan dalam seruannya.

(Red)

Berita Terkait

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD
Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi
Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri
Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah
Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas
Ketua Mina Menganti II Desak Ketua Mina Menganti I Jangan Diam, Diminta Transparan Soal Bantuan Nelayan
Sasaran Tambahan Fisik Jembatan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0715/Kendal di Desa Gedong Memasuki Tahap Finishing, Warga Antusias Membantu Prajurit TNI

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35 WIB

Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:51 WIB

Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:20 WIB

Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:21 WIB

Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:42 WIB

Ketua Mina Menganti II Desak Ketua Mina Menganti I Jangan Diam, Diminta Transparan Soal Bantuan Nelayan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:03 WIB

Sasaran Tambahan Fisik Jembatan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0715/Kendal di Desa Gedong Memasuki Tahap Finishing, Warga Antusias Membantu Prajurit TNI

Berita Terbaru