Muskot Tandingan PBSI Manado Jadi Sorotan, Dugaan Sarat Kepentingan dan Cacat Konstitusi Dipertanyakan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musyawarah Kota (Muskot) PBSI Kota Manado yang digelar oleh PBSI Provinsi Sulawesi Utara

TRIBUNCHANNEL.COM –Manado – Musyawarah Kota (Muskot) PBSI Kota Manado yang digelar oleh PBSI Provinsi Sulawesi Utara menuai gelombang penolakan keras dari klub dan insan bulu tangkis. Agenda tersebut dinilai sebagai Muskot tandingan yang dipaksakan, cacat legitimasi, serta kuat diduga bermuatan kepentingan tertentu untuk menggulingkan kepemimpinan Mahmud Turuis yang telah terpilih secara sah.

 

Fakta tak terbantahkan menunjukkan, Muskot PBSI Kota Manado telah dilaksanakan pada Oktober lalu. Dalam forum resmi tersebut, Mahmud Turuis ditetapkan sebagai Ketua PBSI Kota Manado secara aklamasi. Namun ironisnya, hingga kini Surat Keputusan (SK) pengesahan dari PBSI Provinsi Sulawesi Utara tak kunjung diterbitkan tanpa penjelasan yang transparan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar dan kecurigaan di kalangan klub-klub bulu tangkis Manado.

 

Alih-alih menyelesaikan kewajiban administratif dengan menerbitkan SK, PBSI Sulut justru mengambil langkah kontroversial dengan menggelar Muskot baru di Hotel Lagoon Manado. Agenda ini langsung menuai kritik tajam karena dinilai abal-abal dan tidak memenuhi syarat konstitusional. Sejumlah peserta yang dihadirkan disebut bukan Pengurus Bulutangkis (PB) yang sah.

Baca Juga :  Modus Beli Mobil, Kasat Samapta Polres Padang Lawas AKP Ganda Diduga Tipu Janda

 

Informasi yang beredar menyebutkan, sebagian besar peserta Muskot versi provinsi tersebut hanyalah mahasiswa yang tidak memiliki mandat organisasi, tidak memahami mekanisme Muskot, namun tetap dipaksakan hadir demi memenuhi kuorum. Hal ini dinilai sebagai bentuk manipulasi forum yang mencederai prinsip demokrasi organisasi.

 

Penolakan keras dari PB-PB sah di Hotel Lagoon membuat panitia versi PBSI Sulut kembali mengambil langkah kontroversial. Muskot dipindahkan ke luar wilayah Kota Manado, tepatnya di Hotel Centra, Kabupaten Minahasa Utara. Lebih ironis lagi, peserta yang sama diduga mahasiswa kembali dibawa dan tetap dijadikan peserta Muskot.

 

“Ini sudah keterlaluan. Jelas-jelas melanggar aturan organisasi,” tegas salah satu Ketua PB dengan nada geram.

 

Situasi semakin memprihatinkan ketika pada pelaksanaan Muskot di Hotel Lagoon sebelumnya, Sekretaris PBSI Sulut, Donald Monitja, diduga sengaja mengulur waktu kehadiran PB-PB sah. Dalam kondisi tersebut, panitia versi provinsi yang dipimpin Epafras Tuidano justru membuka sidang Muskot tanpa menunggu peserta yang memiliki legitimasi.

 

Praktik ini dinilai mencederai etika organisasi dan menampilkan wajah kekuasaan yang memaksakan kehendak, bukan menjunjung tinggi konstitusi PBSI. Sejumlah pihak mempertanyakan, apakah langkah ini murni keputusan organisasi atau justru sarat nuansa politis dan kepentingan kekuasaan tertentu.

Baca Juga :  Seorang Wanita Korban Penganiayaan oleh Mantan Oknum Pejabat Minta Keadilan

 

Isu lain yang tak kalah sensitif adalah dugaan motif personal di balik penyelenggaraan Muskot tandingan ini. Informasi yang berkembang menyebutkan, salah satu pihak dalam kepanitiaan Muskot versi provinsi diduga menyimpan kekecewaan mendalam karena kerabatnya kalah telak dalam Muskot Oktober lalu dan memilih mengundurkan diri dari pencalonan. Kekecewaan tersebut diduga bermetamorfosis menjadi upaya sistematis untuk menganulir hasil Muskot yang sah.

 

Jika dugaan-dugaan ini benar, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kursi ketua PBSI Kota Manado, melainkan marwah, integritas, dan masa depan organisasi bulu tangkis di daerah ini. Muskot yang sejatinya menjadi forum demokrasi dan pembinaan olahraga justru berubah menjadi arena konflik kepentingan yang mencederai sportivitas.

 

Hingga berita ini diturunkan, PBSI Provinsi Sulawesi Utara belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan tidak diterbitkannya SK Mahmud Turuis maupun dasar hukum pelaksanaan Muskot tandingan tersebut.

SS/Red

Berita Terkait

Pesan Terakhir Zulmansyah kepada Adrianus Pusungunaung: Jabatan Silih Berganti, Torang Basudara
Sianida Diduga Palsu Beredar di Sulut, Penambang Rakyat Meminta APH Bongkar Aktor Intelektual
Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD
Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi
Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri
Srikandi Minahasa Sintia Bojoh Guncang Peta Persaingan Ketua PWI Sulut
Kapolsek Jempolan AKP Jemmy Worang Resmi Pimpin Polsek Tomohon Tengah

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:35 WIB

Pesan Terakhir Zulmansyah kepada Adrianus Pusungunaung: Jabatan Silih Berganti, Torang Basudara

Rabu, 15 April 2026 - 12:24 WIB

Sianida Diduga Palsu Beredar di Sulut, Penambang Rakyat Meminta APH Bongkar Aktor Intelektual

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35 WIB

Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:51 WIB

Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:08 WIB

Srikandi Minahasa Sintia Bojoh Guncang Peta Persaingan Ketua PWI Sulut

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:27 WIB

Kapolsek Jempolan AKP Jemmy Worang Resmi Pimpin Polsek Tomohon Tengah

Berita Terbaru