Sosialisasi SAK EMKM di Pesantren Pekalongan, Santri Hingga UMKM Antusias Belajar Catat Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posialisasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM

TRIBUNCHANNEL.COM –Pekalongan – Suasana berbeda tampak di Pondok Pesantren Thibbil Qulub Assimbani, Desa Pakumbulan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan,Jumat  (29/8/25). Puluhan santri hingga pelaku UMKM desa berkumpul, bukan untuk mengaji kitab, melainkan mengikuti sosialisasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM).

 

Ketua PAM Jateng, Tegar Hary Pribadi menuturkan alasan digelarnya sosialisasi di pesantren.

 

“Banyak UMKM yang tumbuh di bawah naungan pondok, tapi mereka masih mencatat keuangan secara tradisional. Bahkan ada yang sama sekali tidak membuat laporan,” ujarnya.

Menurut Tegar, minimnya pengetahuan soal laporan keuangan bisa berdampak pada pajak maupun kelangsungan usaha.

 

“Kalau tidak paham SAK EMKM, pelaku UMKM bisa salah hitung pajak atau bahkan rugi tanpa sadar. Jadi, kegiatan ini penting untuk mereka pahami sejak awal,” tambah mahasiswa S2 Unissula Semarang itu.

Baca Juga :  Korban Penyiraman Air Keras di Wonoyoso Sampaikan Terima Kasih Kepada LSM Trinusa

 

Pengasuh pesantren, KH. M. Thohir, S.Pd. mengungkapkan kegiatan ini sejalan dengan kurikulum pesantren yang mendorong santri berwirausaha.

 

“Di sini anak-anak kami latih usaha, misalnya bikin tempe untuk dijual. Jadi mereka perlu belajar cara mencatat pemasukan dan pengeluaran. Sosialisasi ini sangat membantu,” katanya.

 

Thoir menyebut, ada sekitar 50 santri yang terlibat, dan mereka antusias mengikuti kegiatan.

 

Salah satu santri, Dewi Sinta (25), mengaku baru tahu bahwa pencatatan keuangan bisa memengaruhi kewajiban pajak.

 

“Kalau nggak ada laporan sesuai aturan, bisa kena pajak 5 persen dari omzet. Tapi kalau pakai SAK EMKM, pajaknya lebih adil, sesuai keuntungan,” jelasnya.

 

Santri lainnya, Nazwa Zalia Putri (17), menyebut kegiatan ini bermanfaat karena langsung nyambung dengan mata pelajaran wirausaha.

 

“Kemarin saya sama teman-teman bikin produk singkong untuk dijual. Dengan ilmu ini, jadi tahu cara catat modal dan keuntungan biar lebih tertib,” ungkap siswi kelas XI asal Jakarta itu.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Akmil Sampaikan Amanat Panglima TNI Dalam Upacara Bendera

 

Sekretaris Desa Pakumbulan, Rifqi Ahsanu, menambahkan sosialisasi ini juga bermanfaat bagi UMKM di desa yang jumlahnya lebih dari 50 unit.

 

“UMKM di sini kebanyakan di bidang fashion, seperti gamis dan celana. Tapi mayoritas masih pakai cara tradisional. Padahal kalau salah urus, bisa sampai ada tunggakan pajak miliaran seperti yang terjadi di desa sebelah,” tegasnya.

 

Ia memastikan desa akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pelatihan lanjutan, termasuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

 

Baik pihak pesantren, santri, maupun desa berharap kegiatan ini tidak berhenti di sosialisasi saja. Mereka menunggu pelatihan lebih detail agar bisa diterapkan langsung oleh pengasuh, pelaku UMKM, dan santri.

 

“Kalau bisa ke depan ada pelatihan teknis. Jadi bukan hanya tahu teori, tapi benar-benar bisa bikin laporan sesuai standar,” kata Tegar menutup.

Slamet/Red

Berita Terkait

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD
Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi
Silaturahmi Strategis di Polres Pekalongan, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian untuk Stabilitas Publik
Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri
Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah
Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Jumat, 10 April 2026 - 09:10 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35 WIB

Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:30 WIB

Silaturahmi Strategis di Polres Pekalongan, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian untuk Stabilitas Publik

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:51 WIB

Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:20 WIB

Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:21 WIB

Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas

Berita Terbaru