Diare Merebak di Tiga Sekolah, MBG Sekuro 1 Disetop Sebelum Hasil Lab Keluar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 20:45 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBG Mlonggo Disetop, Gelombang Diare dan Mual pada Siswa Picu Investigasi Menyeluruh

TRIBUNCHANNEL.COM-JEPARA- 9 September 2026. – Kasus gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mlonggo menjadi peringatan serius bagi seluruh penyelenggara layanan pangan sekolah. Keluhan berupa mual, sakit perut, dan diare yang muncul setelah konsumsi MBG membuat operasional SPPG Sekuro 1 Mlonggo dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Langkah penghentian dilakukan langsung oleh Kepala SPPG Sekuro 1, Saifuddin Amin, bahkan sebelum ada instruksi dari pemerintah pusat. Keputusan itu diambil setelah laporan keluhan kesehatan muncul dari sejumlah sekolah penerima manfaat.

“Kami langsung berkoordinasi dengan puskesmas dan sekolah untuk melakukan penelusuran begitu menerima laporan siswa mengalami sakit perut, mual, dan diare,” ujar Saifuddin Amin.

Keluhan Muncul Setelah MBG Dikonsumsi

Berdasarkan keterangan sekolah, paket MBG didistribusikan pada Senin pagi dan langsung dikonsumsi siswa. Gejala tidak muncul bersamaan. Sebagian siswa mulai merasakan gangguan pada malam hari, sementara lainnya mengeluh pada keesokan harinya saat mengikuti pelajaran.

Pada hari Selasa, jumlah siswa yang mengalami gangguan pencernaan dilaporkan bertambah. Sekolah kemudian melakukan penanganan awal, memantau kondisi siswa, serta menghubungi orang tua untuk memastikan perkembangan kesehatan anak-anak mereka.

Meski sebagian besar siswa berangsur membaik, sejumlah laporan menunjukkan masih ada siswa yang mengalami diare berulang hingga beberapa hari setelah kejadian.

Baca Juga :  Jepara Bentuk Satgas Sampah, Sridana: Penanganan Harus Dimulai dari Hulu

Kesaksian Orang Tua Menguatkan Dugaan Gangguan Pencernaan

Sejumlah orang tua mengungkapkan bahwa anak mereka mengalami sakit perut dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG.

Salah satunya adalah Hafid, siswa SDN 1 Srobyong. Menurut keluarganya, keluhan muncul sejak Senin usai makan di sekolah dan berlanjut hingga beberapa hari kemudian.

“Masih mules dan masih bolak-balik ke kamar mandi. Sampai siang tadi masih diare,” ungkap keluarga.

Kesaksian lain datang dari seorang ibu yang mengaku mengonsumsi makanan yang dibawa pulang anaknya dari sekolah. Setelah itu, ia mengalami gangguan pencernaan. Balita berusia hampir dua tahun yang masih menyusu juga dilaporkan mengalami peningkatan frekuensi buang air besar.

Walaupun kesaksian tersebut belum dapat dijadikan dasar kesimpulan medis, informasi itu menjadi bagian penting dalam proses penelusuran epidemiologi yang sedang berlangsung.

Puskesmas Bergerak Cepat, Sampel Langsung Diamankan

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Puskesmas Mlonggo segera turun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan di tiga sekolah yang melaporkan adanya keluhan, yaitu:

SD Negeri 1 Srobyong

MA Nawakartika

SMK Nawakartika

Petugas memberikan penanganan sesuai kondisi siswa dan mengambil sampel makanan untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.

Menurut keterangan Puskesmas Mlonggo, hingga saat pemeriksaan dilakukan tidak ditemukan siswa yang memerlukan rawat inap maupun rawat jalan, namun pemantauan kesehatan tetap dilanjutkan sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga :  Pengembangan APE “Kartu Hujan” Untuk Mengenalkan Konsep Bilangan Pada Anak Usia 4–5 Tahun

SPPG Pilih Berhenti Daripada Mengambil Risiko

Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat, langkah yang diambil pengelola SPPG Sekuro 1 mendapat sorotan tersendiri. Alih-alih menunggu instruksi resmi, distribusi MBG dihentikan sementara untuk evaluasi menyeluruh.

“Kami tidak ingin menutup mata terhadap laporan yang muncul. Karena itu kami memilih menghentikan sementara operasional sampai penyebabnya benar-benar diketahui,” tegas Saifuddin Amin.

SPPG Sekuro 1 diketahui melayani sekitar 11 sekolah di wilayah Kecamatan Mlonggo. Namun laporan gangguan kesehatan saat ini hanya berasal dari beberapa sekolah penerima manfaat.

Pelajaran Penting: Gizi Harus Berjalan Bersama Keamanan Pangan

Kasus di Mlonggo menjadi pengingat bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak cukup diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi semata. Aspek keamanan pangan, kebersihan proses produksi, kualitas bahan baku, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan sanitasi harus berjalan dalam satu sistem yang ketat.

Sampai hasil laboratorium keluar, penyebab pasti gangguan pencernaan yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan. Karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan fakta dan tidak berspekulasi.

Yang terpenting saat ini adalah memastikan kesehatan siswa, menuntaskan investigasi secara transparan, serta menjadikan peristiwa ini sebagai momentum memperkuat standar keamanan pangan dalam setiap layanan makan untuk anak-anak sekolah.

Petrus/Red

Berita Terkait

Jepara Bersholawat di Karimunjawa, Bupati Singgung Pengajuan Dana Pembangunan Rp55 Miliar
Narso Bantah Tuduhan Mafia BBM, Siap Tempuh Jalur Hukum
Penyegaran Birokrasi Jepara, 29 Pejabat Dilantik untuk Percepat Pelayanan Publik
DPRD Jepara Kebut 4 Ranperda Strategis: Budaya Dilindungi, Industri Dipacu, Pilkada 2029 Disiapkan
Belasan Penerima MBG Dilarikan ke RS PKU Aisyiyah Jepara, Mayoritas Keluhkan Mual, Diare Dan Muntah
PR Pesadika JEKHA Salurkan Sponsorship Rp60 Juta, Dukung Bazar UMKM HUT Bhayangkari ke-74 di Kalinyamatan
Polri Hadir untuk Rakyat, Bazar UMKM dan Pasar Murah Bhayangkari Jepara Ringankan Beban Warga
Sekda Jepara: Kapal Baru Jadi Solusi Keterbatasan Tiket ke Karimunjawa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Jepara Bersholawat di Karimunjawa, Bupati Singgung Pengajuan Dana Pembangunan Rp55 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Narso Bantah Tuduhan Mafia BBM, Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 15:26 WIB

Penyegaran Birokrasi Jepara, 29 Pejabat Dilantik untuk Percepat Pelayanan Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:10 WIB

DPRD Jepara Kebut 4 Ranperda Strategis: Budaya Dilindungi, Industri Dipacu, Pilkada 2029 Disiapkan

Rabu, 16 September 2026 - 20:30 WIB

Belasan Penerima MBG Dilarikan ke RS PKU Aisyiyah Jepara, Mayoritas Keluhkan Mual, Diare Dan Muntah

Sabtu, 12 September 2026 - 18:02 WIB

PR Pesadika JEKHA Salurkan Sponsorship Rp60 Juta, Dukung Bazar UMKM HUT Bhayangkari ke-74 di Kalinyamatan

Sabtu, 12 September 2026 - 11:26 WIB

Polri Hadir untuk Rakyat, Bazar UMKM dan Pasar Murah Bhayangkari Jepara Ringankan Beban Warga

Rabu, 9 September 2026 - 20:45 WIB

Diare Merebak di Tiga Sekolah, MBG Sekuro 1 Disetop Sebelum Hasil Lab Keluar

Berita Terbaru