Warga Sakit Keras, Ditolak Menggunakan Ambulance Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penolakan penggunaan ambulance desa untuk warga yang sedang sakit keras

TRIBUN CHANNEL – Lampung Utara – Miul (45) warga DesaKistang Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara yang mengalami sakit keras mendapatkan perlakuan kurang manusiawi dari pemerintahan Desa setempat. Pasalnya saat meminta bantuan kendaraan ambulance mendapat penolakan dari pemerintah desa Tampa alasan yang jelas.Jumat.(29/01/2026).

Keluarga pasien sakit keras Anton mengungkapkan kekecewaan atas penolakan penggunaan ambulance desa untuk warga yang sedang sakit keras, dirinya menceritakan peristiwa yang sangat menyakitkan itu terjadi pada Jumat 29/1 dini hari, sekira pukul 00.00. Wib berinisiatif meminta bantuan ambulans desa tapi tidak mendapatkan respons dari pihak pemerintah desa setempat.

Baca Juga :  Toyota Agya Tipe G Terbaru Alami Pecah Mesin, Pemilik Komplain Malah Nasmoco Bilang Begini

“Saat bertemu sopir ambulance dia (Saleh) mengatakan tidak bisa membantu mengantar pasien kerumah sakit tanpa penjelasan yang jelas” Keluh adik pasien Anton

Menurutnya penolakan ini menimbulkan kekecewaan dan kemarahan di tengah masyarakat. Warga menilai bahwa ambulance desa seharusnya digunakan untuk kepentingan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat, terlebih dalam kondisi darurat.

“Ambulans desa itu kan untuk warga. Ini kondisi darurat, sakit keras, tapi malah tidak dibantu,”imbuhnya.

Baca Juga :  Dugaan Penyelewengan Anggaran Desa Sukoharjo, Kecamatan Abung Surakarta, Capai Ratusan Juta Rupiah

Masyarakat berharap pihak pemerintah desa, khususnya Kepala Desa Kistang dapat memberikan klarifikasi terkait kejadian ini serta melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan ambulance desa agar kejadian serupa tidak terulang.

Diketahui untuk saat ini pasien yang mengalami sakit keras telah mendapatkan perawatan di rumah sakit maria regina Kotabumi. Diantar menggunakan kendaraan milik Mega asli warga Kotabumi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun sopir ambulans terkait alasan penolakan tersebut.

(Tim PWRI)

Berita Terkait

Diduga Peras Pelaku Usaha! Ketua DPW Sumbagsel LPK-YKBA Terjaring OTT Tekab 308 Polres Lampung Timur
Polres Lampung Utara Tangkap Gembong Curat Bersenjata Api, DPC PWRI Beri Apresiasi
Polres Lampung Utara Tangkap Pelaku Pencurian Bersenjata, Terlibat 9 TKP
Korcam Pendamping Desa di Lampung Utara Akan Laporkan Pemindahan Tugas ke Kemendesa PDT
Miris, Proyek Swakelola SMPN 4 Abung Selatan Menyisakan Hutang Material
Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
Nasib Ponidi: Lumpuh, Luka Memburuk, Keluarga Kesulitan Biaya
Kualitas Program MBG di Lampung Utara Disorot, Orang Tua Keluhkan Menu dan Tata Kelola

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 21:35 WIB

Diduga Peras Pelaku Usaha! Ketua DPW Sumbagsel LPK-YKBA Terjaring OTT Tekab 308 Polres Lampung Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 09:46 WIB

Polres Lampung Utara Tangkap Gembong Curat Bersenjata Api, DPC PWRI Beri Apresiasi

Jumat, 17 April 2026 - 22:39 WIB

Polres Lampung Utara Tangkap Pelaku Pencurian Bersenjata, Terlibat 9 TKP

Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB

Korcam Pendamping Desa di Lampung Utara Akan Laporkan Pemindahan Tugas ke Kemendesa PDT

Kamis, 16 April 2026 - 06:58 WIB

Miris, Proyek Swakelola SMPN 4 Abung Selatan Menyisakan Hutang Material

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Rabu, 15 April 2026 - 09:10 WIB

Nasib Ponidi: Lumpuh, Luka Memburuk, Keluarga Kesulitan Biaya

Selasa, 14 April 2026 - 15:15 WIB

Kualitas Program MBG di Lampung Utara Disorot, Orang Tua Keluhkan Menu dan Tata Kelola

Berita Terbaru