Tambang Emas Diduga Ilegal Marak di Sangihe, Publik Curiga Ada Indikasi Pembiaran dan Pengondisian

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pertambangan emas diduga tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulsel.

TRIBUNCHANNEL.COM –SANGIHE — Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kembali menuai sorotan publik. Meski berdampak serius terhadap lingkungan dan keberlanjutan pulau kecil, praktik ilegal tersebut dilaporkan masih terus berlangsung.

 

Warga menyebut, sejumlah lokasi tambang ilegal masih aktif beroperasi, salah satunya di kawasan yang dikenal sebagai tambang ilegal Tanah Merah. Aktivitas pertambangan disebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari pantauan aparat.

Baca Juga :  Kapolda Sulut Lakukan Kunjungan Kerja ke Polres Sangihe

 

“Siang hari alat berat hanya diparkir di simpang dan terlihat tidak ada aktivitas. Tapi saat malam hari baru mereka beroperasi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (10/1/2026).

 

Kondisi tersebut memicu kecurigaan masyarakat terhadap lemahnya penindakan hukum. Warga menilai tidak adanya tindakan tegas membuat PETI justru semakin berani dan terkesan mendapat pembiaran.

 

Desakan pun muncul agar aparat penegak hukum, khususnya Polres Kepulauan Sangihe, segera mengambil langkah nyata menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Baca Juga :  Kepala Balitbang Sangihe Ucapkan Selamat Datang Kepada Wounde dan Terimakasih Kepada Tamuntuan

 

“Harus ada tindakan tegas. Jangan sampai terkesan ada pembiaran. Kalau ini dibiarkan terus, pulau kita bisa rusak,” kata warga lainnya, Ardi Hamise.

 

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu (10/1/2026) juga belum mendapat respons.

Tim SS/Red

Berita Terkait

Pesan Terakhir Zulmansyah kepada Adrianus Pusungunaung: Jabatan Silih Berganti, Torang Basudara
Sianida Diduga Palsu Beredar di Sulut, Penambang Rakyat Meminta APH Bongkar Aktor Intelektual
Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD
Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi
Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri
Srikandi Minahasa Sintia Bojoh Guncang Peta Persaingan Ketua PWI Sulut
Kapolsek Jempolan AKP Jemmy Worang Resmi Pimpin Polsek Tomohon Tengah

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:35 WIB

Pesan Terakhir Zulmansyah kepada Adrianus Pusungunaung: Jabatan Silih Berganti, Torang Basudara

Rabu, 15 April 2026 - 12:24 WIB

Sianida Diduga Palsu Beredar di Sulut, Penambang Rakyat Meminta APH Bongkar Aktor Intelektual

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35 WIB

Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:51 WIB

Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:08 WIB

Srikandi Minahasa Sintia Bojoh Guncang Peta Persaingan Ketua PWI Sulut

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:27 WIB

Kapolsek Jempolan AKP Jemmy Worang Resmi Pimpin Polsek Tomohon Tengah

Berita Terbaru