Pangkas Birokrasi Layanan Adminduk , Dukcapil Madiun Luncurkan Aplikasi SARAPAN PECEL

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 20:58 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun Sigit Budiarto dalam laporan launching aplikasi SARAPAN PECEL di Pendopo Muda Graha

 

TRIBUNCHANNEL.COM-Madiun– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun resmi meluncurkan aplikasi *SARAPAN PECEL* – Sistem Administrasi Kependudukan Pelayanan Cepat dan Langsung pada Senin (27/4/2026).

Inovasi ini memangkas waktu pengurusan 15 layanan adminduk dari hitungan hari menjadi 5 menit, langsung dari HP warga.

Kepala Dukcapil Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto menjelaskan SARAPAN PECEL hadir menjawab 3 keluhan utama masyarakat: antrean panjang, harus izin kerja, dan rawan calo.

“Dengan SARAPAN PECEL, warga cukup klik, unggah foto, verifikasi face recognition, dan dokumen digital bertanda tangan elektronik langsung terbit. Bisa diakses 24 jam, gratis, tanpa tatap muka,” terangnya.

Tahun 2026, Dukcapil Madiun menargetkan 70% layanan adminduk beralih ke SARAPAN PECEL untuk mewujudkan _Zero Antrean_ di kantor. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan mesin ADM di 15 kecamatan, sehingga warga tetap bisa cetak KTP-el dan KIA di desa.

“Ini bukan sekadar aplikasi, tapi cara baru Dukcapil melayani warga, kenyang layanan, bukan kenyang nunggu. Kami pilih nama Pecel karena makanan khas Madiun, biar gampang diingat. Filosofinya, ngurus adminduk harus secepat orang sarapan dan sekenyang makan pecel puas pelayanannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinsos Kabupaten Madiiun Launching SRT 1, Menanam Harapan Tumbuhkan Masa Depan

Sigit menambahkan aplikasi SARAPAN PECEL beda dengan yang terdahul, end-to-end_ 15 layanan: dari KTP-el, KK, akta, sampai pindah datang, semua di 1 aplikasi. Kedua, pakai _face recognition + liveness detection_, jadi aman dari joki data. Ketiga, terintegrasi TTE dan mesin ADM. Dokumen digital langsung jadi, mau cetak fisik tinggal ke kecamatan terdekat. Gak perlu ke kantor kabupaten.

Bahkan untuk masyarakat yang tidak melek digital pun kami permudah. Pertama, aplikasi ini simpel, ada tutorial video bahasa Jawa. Kedua, kami latih 198 operator di desa/kelurahan jadi ‘Duta Pecel’. Mereka dampingi warga yang kesulitan. Ketiga, tetap buka layanan tatap muka. Jadi SARAPAN PECEL itu pilihan, bukan paksaan. Target kami lansia dan difabel tetap terlayani.” tegasnya.

“Tahun 2026 ini target 70% layanan via SARAPAN PECEL dan _Zero Antrean_ fisik. 2027 kami buka integrasi ke BPJS, Bank, dan Pajak. Jadi sekali update KK, data langsung berubah di semua layanan. Itu mimpi kami: Madiun jadi kabupaten tanpa fotokopi.” harap Kadis Dukcapil yang sekarang juga (Pejabat) Pj. Sekda Kabupaten Madiun ini.

Baca Juga :  Tiga Personel Polres Madiun Torehkan Prestasi, Kapolres Apresiasi Dedikasi dan Profesionalisme Anggota

Dengan diluncurkannya aplikasi SARAPAN PECEL, ini menunjukkan Dukcapil Kabupaten Madiun membuktikan bahwa birokrasi Madiun Bersahaja itu ; sederhana prosesnya, sejahtera hasilnya dan membahagiakan warganya.

Sementara Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam sambutannya, mengatakan program Sarapan Pecel merupakan wujud nyata visi Kabupaten Madiun dalam pelayanan publik dengan dukungan teknologi. Inovasi ini melengkapi program sebelumnya seperti IKD dan Senopati, sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan Adminduk secara cepat, dekat dan efesien.

“Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, tidak perlu jauh-jauh ke pusat pemerintahan,” ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Direktur Pengelolaan Informasi Adminduk , jajaran OPD serta camat dan kepala desa se-kabupaten Madiun ini bertempat di Pendopo Muda Graha.

Juned/Red

Berita Terkait

Pemkab Madiun dan PCNU Awali Peringatan Hari Santri 2026 Lewat Ziarah Auliya di Sewulan
Bukan Sekadar Lomba! Dinas Pendidikan Madiun Sulap Pendopo Jadi Kawah Candradimuka Dai Cilik
Tiga Personel Polres Madiun Torehkan Prestasi, Kapolres Apresiasi Dedikasi dan Profesionalisme Anggota
Polres Madiun Ungkap Penipuan Online Pembelian Besi Baja Rp59,9 Juta, Tersangka Ditangkap di Palembang
Merawat Harmoni Bumi Kampung Pesilat, Pemkab Madiun Lakukan Pendekatan Budaya Damai
Polres Madiun Bersama Bapanas Pantau Stok dan Harga Beras di Madiun
DPRD Kabupaten Madiun Kawal Lima Raperda Strategis, Bupati Jawab Pandangan Tujuh Fraksi
7 Fraksi DPRD Soroti 5 Raperda Strategis, Bupati Hari Wuryanto Jawab Tuntas di Paripurna

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Pemkab Madiun dan PCNU Awali Peringatan Hari Santri 2026 Lewat Ziarah Auliya di Sewulan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Bukan Sekadar Lomba! Dinas Pendidikan Madiun Sulap Pendopo Jadi Kawah Candradimuka Dai Cilik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Tiga Personel Polres Madiun Torehkan Prestasi, Kapolres Apresiasi Dedikasi dan Profesionalisme Anggota

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Polres Madiun Ungkap Penipuan Online Pembelian Besi Baja Rp59,9 Juta, Tersangka Ditangkap di Palembang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Merawat Harmoni Bumi Kampung Pesilat, Pemkab Madiun Lakukan Pendekatan Budaya Damai

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Polres Madiun Bersama Bapanas Pantau Stok dan Harga Beras di Madiun

Rabu, 30 September 2026 - 20:01 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Kawal Lima Raperda Strategis, Bupati Jawab Pandangan Tujuh Fraksi

Rabu, 30 September 2026 - 19:58 WIB

7 Fraksi DPRD Soroti 5 Raperda Strategis, Bupati Hari Wuryanto Jawab Tuntas di Paripurna

Berita Terbaru