Kirab Budaya Desa Kecapi 2026 Berlangsung Meriah dan Sakral

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:42 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUYUP RUKUN AGAWE SANTOSO! Sukambali Guncang Kecapi Lewat Kirab Budaya Akbar, Lautan Manusia Padati Sedekah Bumi dan Hari Jadi Desa ke-256

TRIBUNCHANNEL.COM-Jepara 10 Mei 2026 – Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, berubah menjadi lautan budaya dan semangat persatuan saat ribuan warga memadati jalur Kirab Budaya Desa Kecapi 2026, Minggu (10/5/2026). Mengusung tema besar “Guyup Rukun Agawe Santoso”, kirab budaya tahun ini tampil megah, sakral, sekaligus menggugah semangat kebersamaan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Sedekah Bumi, Hari Jadi Desa Kecapi ke-256, serta penyambutan semangat menuju Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81.

Sejak siang hari, masyarakat dari berbagai penjuru telah memenuhi titik start di Kecapi Kaligede RT 18/RW 03 hingga Balai Desa Kecapi. Iring-iringan mobil hias, gunungan hasil bumi, kostum adat, seni tradisional, hingga kreativitas warga tampil memukau dan menjadi pusat perhatian masyarakat.

Kirab budaya diikuti unsur Forkopimcam, perwakilan DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD Kabupaten Jepara, kepala puskesmas, perangkat desa, BPD, RT/RW, lembaga desa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan seperti Banser, Pemuda Pancasila, Lindu Aji, Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Matra Sekuat Nusantara, hingga komunitas mobil Jeep.

Suasana semakin semarak ketika Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna turut hadir dan membaur bersama masyarakat mengikuti kirab budaya yang menjadi kebanggaan warga Desa Kecapi tersebut.

Petinggi Desa Kecapi, Sukambali menegaskan bahwa kirab budaya bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan simbol kuat pelestarian budaya, penghormatan kepada leluhur, dan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kirab budaya ini bagian dari rangkaian sedekah bumi yang diwariskan turun-temurun. Mulai manganan, selametan, ziarah makam leluhur, wayang kulit, hingga kirab budaya semuanya adalah bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur,” tegas Sukambali.

Baca Juga :  BG Santoso 6 Segera Diapungkan, Pemulihan Dasar Laut Mororejo Jadi Tahap Berikutnya

Ia menambahkan, tema “Guyup Rukun Agawe Santoso” dipilih karena mengandung filosofi luhur masyarakat Jawa.

“Kalau masyarakat guyub dan rukun, desa akan santosa, damai, maju, dan sejahtera. Kerukunan adalah kekuatan utama desa,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi adat harus terus dijaga agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya dan sejarah leluhurnya.

“Budaya harus terus di-uri-uri supaya tidak kepaten obor. Jangan sampai generasi penerus kehilangan jejak sejarah dan identitas budayanya sendiri,” katanya.

Kirab budaya tahun ini juga menjadi simbol keteguhan masyarakat Desa Kecapi menjaga harmoni sosial di tengah tantangan ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat.

Sukambali mengakui beberapa agenda tahun ini harus disesuaikan karena kondisi ekonomi yang melemah. Namun demikian, ia memastikan semangat masyarakat tidak boleh surut.

“Walaupun ekonomi sedang berat, budaya jangan sampai mati. Pemuda harus tetap semangat, masyarakat jangan kehilangan kebersamaan. Yang penting masyarakat tetap guyub, karena kalau guyub semua persoalan bisa dilalui bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat masyarakat Desa Kecapi yang terus menjaga budaya dan gotong royong.

Menurut Agus Sutisna, kirab budaya menjadi gambaran nyata bahwa Desa Kecapi memiliki masyarakat yang kreatif, produktif, dan penuh semangat membangun desa.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Petinggi Sukambali beserta seluruh masyarakat Desa Kecapi yang telah menghadirkan pesta rakyat luar biasa ini. Kirab budaya ini menunjukkan masyarakat yang guyub, bahagia, dan memiliki semangat ekonomi yang terus bergerak maju,” ujarnya.

Ia menyebut hasil bumi, kreativitas warga, kerajinan masyarakat, hingga kekompakan yang ditampilkan dalam kirab budaya merupakan simbol kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga :  MPLS Sekolah Rakyat Jepara Hadirkan Dongeng Edukatif, Tanamkan Nilai Kejujuran dan Amanah

“Kirab ini bukan sekadar hiburan. Ini simbol kekuatan masyarakat, simbol kesejahteraan, simbol persatuan, dan bukti bahwa Desa Kecapi punya semangat besar untuk terus berkembang,” katanya.

Agus Sutisna juga berharap Hari Jadi Desa Kecapi ke-256 menjadi momentum kebangkitan desa menuju masa depan yang lebih maju.

“Hari jadi desa harus menjadi momentum memacu prestasi dan kerja bersama. Kita ingin Desa Kecapi semakin maju, berkembang, dan masyarakatnya semakin sehat serta sejahtera,” imbuhnya.

Selain menjadi pesta rakyat, kirab budaya juga menjadi ruang promosi budaya dan UMKM Desa Kecapi. Berbagai kreativitas warga dalam menghias kendaraan, mengenakan pakaian adat, hingga membawa simbol budaya tradisional menjadi daya tarik tersendiri yang mengundang decak kagum masyarakat.

Dalam tradisi Jawa, kirab budaya dan sedekah bumi memiliki makna spiritual yang sangat dalam, yakni sebagai :
penghormatan kepada leluhur.
ungkapan syukur atas hasil bumi.
simbol persatuan masyarakat.

serta doa bersama agar desa diberi keselamatan dan kemakmuran.

Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam, budaya, sesama manusia, dan Sang Pencipta.

Acara kemudian ditutup dengan tahlil, doa bersama, dan ramah tamah di Balai Desa Kecapi yang dihadiri seluruh tokoh masyarakat dan peserta kirab budaya.

Gemuruh budaya yang menggema di Desa Kecapi malam itu seakan menegaskan kembali falsafah luhur masyarakat Jawa:

“Rukun agawe santoso, crah agawe bubrah.”
Kerukunan melahirkan kekuatan dan kesejahteraan, sedangkan perpecahan membawa kehancuran.

Dan melalui Kirab Budaya Desa Kecapi 2026, masyarakat kembali membuktikan bahwa desa yang besar bukan hanya desa yang maju pembangunannya, tetapi desa yang tetap menjaga budaya, persatuan, gotong royong, dan jiwa kebersamaan warganya.

Petrus/Red

Berita Terkait

Jepara Bersholawat di Karimunjawa, Bupati Singgung Pengajuan Dana Pembangunan Rp55 Miliar
Narso Bantah Tuduhan Mafia BBM, Siap Tempuh Jalur Hukum
Penyegaran Birokrasi Jepara, 29 Pejabat Dilantik untuk Percepat Pelayanan Publik
DPRD Jepara Kebut 4 Ranperda Strategis: Budaya Dilindungi, Industri Dipacu, Pilkada 2029 Disiapkan
Belasan Penerima MBG Dilarikan ke RS PKU Aisyiyah Jepara, Mayoritas Keluhkan Mual, Diare Dan Muntah
PR Pesadika JEKHA Salurkan Sponsorship Rp60 Juta, Dukung Bazar UMKM HUT Bhayangkari ke-74 di Kalinyamatan
Polri Hadir untuk Rakyat, Bazar UMKM dan Pasar Murah Bhayangkari Jepara Ringankan Beban Warga
Diare Merebak di Tiga Sekolah, MBG Sekuro 1 Disetop Sebelum Hasil Lab Keluar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Jepara Bersholawat di Karimunjawa, Bupati Singgung Pengajuan Dana Pembangunan Rp55 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Narso Bantah Tuduhan Mafia BBM, Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 15:26 WIB

Penyegaran Birokrasi Jepara, 29 Pejabat Dilantik untuk Percepat Pelayanan Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:10 WIB

DPRD Jepara Kebut 4 Ranperda Strategis: Budaya Dilindungi, Industri Dipacu, Pilkada 2029 Disiapkan

Rabu, 16 September 2026 - 20:30 WIB

Belasan Penerima MBG Dilarikan ke RS PKU Aisyiyah Jepara, Mayoritas Keluhkan Mual, Diare Dan Muntah

Sabtu, 12 September 2026 - 18:02 WIB

PR Pesadika JEKHA Salurkan Sponsorship Rp60 Juta, Dukung Bazar UMKM HUT Bhayangkari ke-74 di Kalinyamatan

Sabtu, 12 September 2026 - 11:26 WIB

Polri Hadir untuk Rakyat, Bazar UMKM dan Pasar Murah Bhayangkari Jepara Ringankan Beban Warga

Rabu, 9 September 2026 - 20:45 WIB

Diare Merebak di Tiga Sekolah, MBG Sekuro 1 Disetop Sebelum Hasil Lab Keluar

Berita Terbaru