Rizal sedang menunjukkan koleksi buku kepada salah satu pengunjung
TRIBUNCHANEL.COM-Jepara- Berawal dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya minat baca di kalangan anak-anak akibat penggunaan gawai yang semakin masif, seorang pemuda asal Pancur, Jepara, Fahrizal Aminudin (25), bersama sejumlah rekannya menghadirkan ruang baca gratis bernama Teras Baca di kawasan Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara.
Lapak baca yang digelar setiap Minggu pagi tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk membaca berbagai jenis buku secara gratis. Kegiatan ini telah berjalan hampir lima bulan dan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.
Fahrizal mengatakan, ide mendirikan Teras Baca lahir dari diskusi sederhana bersama teman-temannya yang memiliki kepedulian terhadap dunia literasi. Mereka melihat banyak anak yang sejak kecil lebih akrab dengan gawai dibandingkan buku.
“Yang menjadi motivasi kami membuka lapak baca gratis di Jepara adalah keprihatinan terhadap minimnya literasi anak-anak zaman sekarang. Kami ingin mengenalkan literasi kepada masyarakat umum, khususnya anak-anak, dengan harapan tercipta generasi yang melek literasi di masa mendatang,” ujarnya.
Menurut Fahrizal, Teras Baca bukanlah gerakan yang dijalankan seorang diri. Ia menyebut sejumlah rekan yang selama ini turut membersamai perjalanan komunitas tersebut, di antaranya Heri, Azka, Ivan, Robin, Riyan, serta banyak relawan lain yang memiliki tujuan yang sama dalam membumikan budaya membaca.
Saat ini, Teras Baca menyediakan sekitar 500 buku dengan beragam tema, mulai dari buku anak-anak, novel, sejarah, hingga pengembangan diri. Sebagian besar koleksi berasal dari buku pribadi para penggerak Teras Baca, sementara sisanya merupakan donasi masyarakat dan pinjaman dari perpustakaan desa.
Kehadiran Teras Baca ternyata mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa datang untuk membaca, berdiskusi, maupun sekadar menikmati suasana literasi di ruang terbuka. Antusiasme juga terlihat di media sosial, di mana akun Teras Baca mampu berkembang pesat dalam waktu singkat.
Bagi Fahrizal dan rekan-rekannya, pengalaman paling berkesan adalah ketika melihat anak-anak kembali tertarik membaca buku dan menghabiskan waktu tanpa gawai. Pemandangan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri sekaligus penyemangat untuk terus menjalankan kegiatan literasi tersebut.
Meski demikian, mereka masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya adalah proses distribusi buku dan perlengkapan menuju lokasi lapak baca karena jarak rumah para penggerak dengan SGBK cukup jauh. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus hadir setiap pekan.
Fahrizal menilai kawasan SGBK merupakan lokasi yang strategis karena menjadi pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan. Ia berharap semakin banyak ruang baca yang mudah diakses masyarakat di Kabupaten Jepara sehingga gerakan literasi dapat tumbuh lebih luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Mari kita jadikan membaca sebagai budaya dan kebutuhan sehari-hari. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga jendela untuk membuka wawasan, mengasah daya kritis, serta meningkatkan kualitas hidup. Melalui gerakan literasi yang masif hingga ke pelosok desa, kita berharap lahir generasi muda Jepara yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tanpa melupakan akar budaya lokal,” pungkasnya.
Ratuandayani/Red



















