Pekerjaan P3-TGAI di Desa Semuli Jaya, Kecamatan Abung Semuli, Lampung Utara, diduga kuat asal asalan.
TRIBUNCHANNEL.COM –Lampung Utara – Pekerjaan P3-TGAI di Desa Semuli Jaya, Kecamatan Abung Semuli, Lampung Utara, diduga kuat dikerjakan asal-asalan. Hal tersebut terungkap dari keterangan warga yang menyebut bahwa pekerjaan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan kualitas dan standar yang berlaku.
“Kami khawatir hasilnya nanti tidak maksimal,” kata seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya pada awak media. Selasa (02/09/2025)
Warga tersebut menambahkan bahwa pekerjaan P3-TGAI seharusnya dilakukan dengan baik dan teliti agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Namun, berdasarkan pengamatan warga, pekerjaan tersebut dilakukan dengan terburu-buru dan tidak sesuai dengan standar yang berlaku.
“Kami berharap pemerintah dapat mengawasi dan memastikan bahwa pekerjaan P3-TGAI dilakukan dengan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku,” tambah warga tersebut.
Warga juga menyebut bahwa pekerjaan tersebut menggunakan adukan yang tidak sesuai dengan RAB-nya. Hasil pantauan kami, para pekerja menggunakan adukan 1 sak semen Jakarta, 2 angkong batu split, dan 5 angkong pasir.
Lebih parah lagi, menurut warga, pekerjaan itu ada yang dicetak langsung di saluran irigasi. “Seharusnya baik dinding maupun lantainya semua dicetak menjadi seperti kepingan balok. Ini malah lantainya dicetak langsung di lokasi,” ucap seorang warga kesal.
Dari keterangan itu, awak media mendatangi lokasi pekerjaan yang terletak di Desa Semuli Jaya. Namun, sayang, baik ketua, bendahara, maupun sekretaris kelompok pelaksana tidak dapat dijumpai.
Dari pantauan media, memang benar ada pekerjaan yang dicetak langsung di saluran, yaitu bagian dasar atau lantainya. Menurut salah seorang pekerja, bahwa mereka melakukan pekerjaan tersebut atas perintah ketua, yaitu Bapak Tohirun.
“Itu perintah Pak Tohirun. Memang harus dicetak di saluran untuk lantainya,” terang salah seorang pekerja.
Mendengar penjelasan itu, awak media berusaha menghubungi Tohirun selaku ketua kelompok P3A Karya Tani. Namun, sayang, belum sempat menjawab pertanyaan media, Pak Tohirun buru-buru mematikan HP-nya.
“Maaf mas, saya tidak bisa menjawab,” kata Tohirun seraya memutus telepon.
Nantikan berita selanjutnya, kita akan mengupas siapa dalang yang bermain di balik bantuan P3-TGAI tersebut. Informasi yang awak media terima, dalang di balik pekerjaan tersebut merupakan orang penting di Desa Semuli Jaya. Nantikan episode selanjutnya.
Idham/Red



















